Welcome to Program Studi

S1 Ilmu Hukum

Bahasa :

PKKMB UNSRI 2026: Mahasiswa Baru Ikuti Tausiah Agama dan Sholat Jumat Bersama

single

Universitas Sriwijaya (UNSRI) menghadirkan penguatan nilai keagamaan sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Salah satunya melalui pelaksanaan Sholat Jumat bersama mahasiswa baru di Masjid An-Nabawi UNSRI Kampus Indralaya, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa baru laki-laki yang beragama Islam sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi. Tidak sekadar melaksanakan ibadah bersama, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan pembekalan nilai-nilai adab dan etika kepada mahasiswa baru. 

Sebelum pelaksanaan Sholat Jumat, mahasiswa mendapatkan tausiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, M.A. Dalam tausyahnya, Prof Said Agil menjelaskan bahwa masjid memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, dakwah, pembinaan moral, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penguatan persaudaraan umat.

“Kita ketahui dalam sejarah bahwa ketika Nabi Muhammad SAW sampai di Madinah, di samping mengukuhkan persaudaraan, beliau juga membangun masjid. Masjid pertama yang dibangun adalah Masjid Quba. Masjid Quba mempunyai satu keistimewaan. Siapa yang berangkat dari rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba dan melaksanakan salat dua rakaat, pahalanya sama dengan satu kali mengerjakan umrah. Maka masjid merupakan sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam,” jelasnya.

Prof. Said Agil juga menyampaikan materi mengenai peran dan fungsi masjid bagi umat Islam. Menurutnya masjid memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, dakwah, pembinaan moral, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penguatan persaudaraan umat.

“Fungsi masjid yang pertama adalah sebagai pusat pengukuhan akidah, yaitu mengakui bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya. Masjid adalah milik Allah SWT dan di dalamnya tidak boleh ada sesuatu yang disekutukan dengan Allah. Untuk itulah masjid berfungsi sebagai tempat salat lima waktu, tempat salat Jumat, tempat iktikaf, tempat berzikir, membaca Al-Qur’an, dan berbagai kegiatan kebaikan lainnya. Di situlah fungsi masjid. Maka kita sebagai umat Islam harus dapat memakmurkannya. Memakmurkan masjid artinya memfungsikan masjid dengan sebaik-baiknya sesuai dengan berbagai fungsi yang dimilikinya,” ujarnya dihadapan ribuan mahasiswa baru. 

Prof Said Agil menambahkan, masjid juga merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT. Selain menjadi tempat untuk pembinaan ibadah, berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Pada masa Nabi Muhammad SAW, masjid menjadi pusat keilmuan, Nabi menyampaikan wahyu yang turun di tengah-tengah para sahabat, itulah cikal bakal ilmu pengetahuan. Di samping itu, pada masa Nabi, masjid juga menjadi pusat koordinasi untuk peperangan. Komando untuk pergi berperang juga diumumkan di masjid. Kemudian masjid juga telah menjadi pusat pengajaran Al-Qur’an. Jadi, isi masjid adalah mengajarkan segala macam bentuk kebaikan, bukan keburukan. Masjid adalah pusat persatuan, tempat untuk memperkuat persaudaraan umat Islam,” tambahnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa masjid juga memiliki fungsi yang sangat strategis, yaitu sebagai pusat dakwah dan pembinaan moral. “Dari masjidlah kita mendapatkan dakwah, pembinaan mental, dan pembentukan karakter. Ada ceramah, khutbah, kemudian majelis-majelis ilmu. Nilai-nilai Islam disampaikan secara berkesinambungan atau berkelanjutan,” tuturnya.

Kemudian ia menjelaskan bahwa masjid juga berfungsi sebagai pusat sosial dan kemanusiaan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah. Disampaikannya bahwa Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk saling tolong-menolong dan membantu satu sama lainnya. Ini merupakan bagian penting dari kehidupan umat Islam. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa agama ini adalah nasihat dan kebaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa masjid menjadi ruang utama bagi pelaksanaan amar makruf nahi mungkar.

“Maka masjid bukan sekadar bangunan fisik dan bukan sekadar tempat pelaksanaan salat semata. Masjid harus kita jadikan sebagai sebuah institusi multidimensional. Di samping menjadi tempat ibadah, masjid juga harus menjadi tempat pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, pembinaan kepemimpinan, pemecahan masalah kemasyarakatan, penguatan keadilan ekonomi, dan pembinaan spiritual. Seluruh fungsi tersebut berakar dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.

Usai mendengarkan tausiah, dilaksanakan sholat Jumat bersama yang menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, M.SCE., MKU., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng. sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, M.A.

Kegiatan Sholat Jumat bersama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UNSRI membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong terbentuknya mahasiswa yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., berserta jajaran pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan UNSRI. (Ara_Humas)