LPPM UNSRI Gelar Coaching Clinic Scientific Writing, Dorong Peningkatan Publikasi Artikel pada Jurnal Q1 dan Top Tier
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Coaching Clinic on Scientific Writing secara intensif selama dua hari, 16–17 September 2026, di Aula Fakultas Ilmu Komputer UNSRI, Palembang.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya UNSRI dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas publikasi ilmiah, khususnya artikel yang ditujukan ke jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal Q1 dan top tier.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terbagi dalam dua kelas berdasarkan rumpun keilmuan, yakni kelas Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan kelas Sosial Humaniora (Soshum). Masing-masing kelas diikuti oleh 25 peserta.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran dalam bidang penulisan dan penelitian, yaitu umtuk kelas STEM menghadirkan Ahmad Fudholi, S.Si., M.Sc., Ph.D., Peneliti Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi BRIN. Sementara, kelas Soshum menghadirkan Prof. Vina Adriany, M.Ed., Ph.D., Guru Besar FIP UPI sekaligus Direktur SEAMEO CECCEP.
Pembagian kelas tersebut memungkinkan peserta memperoleh pendampingan yang lebih sesuai dengan karakteristik bidang keilmuan dan artikel yang dikembangkan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III UNSRI, Prof. Radiyati Umi Partan. Dalam sambutannya, Prof. Radiyati menekankan pentingnya pelaksanaan coaching clinic sebagai salah satu upaya meningkatkan publikasi ilmiah UNSRI, khususnya publikasi pada jurnal top tier dan Q1.
“Coaching clinic ini perlu dilakukan untuk meningkatkan publikasi, khususnya publikasi pada jurnal top tier dan Q1 yang menjadi target IKU PTNBH UNSRI,” ujar Prof. Radiyati.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pendampingan secara intensif dalam proses penulisan dan penyempurnaan artikel ilmiah. Pendampingan diarahkan agar peserta dapat meningkatkan kualitas naskah sekaligus mempersiapkannya untuk disubmit ke jurnal internasional bereputasi.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan LPPM UNSRI, mulai dari koordinator, subkoordinator, serta Ketua Senat Komisi 3 SAU UNSRI.
Koordinator Penelitian LPPM UNSRI Muhammad Hendri menyampaikan pentingnya kegiatan coaching clinic sebagai wadah pendampingan bagi para peneliti dan dosen dalam meningkatkan kualitas artikel ilmiah, khususnya agar dapat dipersiapkan untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang strategi penulisan, tetapi juga pendampingan langsung terhadap artikel yang sedang dikembangkan,” jelasnya.
Pelaksanaan coaching clinic menunjukkan hasil yang positif. Pada kelas STEM, dari 25 peserta, sebanyak 23 peserta telah melakukan submit artikel.
Dari artikel yang telah disubmit tersebut, 20 artikel ditujukan ke jurnal Q1, dua artikel ke jurnal Q2, dan satu artikel ke jurnal Q3.
Selain artikel yang telah disubmit, terdapat pula artikel peserta yang telah memasuki tahap under review, yaitu satu artikel pada jurnal top tier, satu artikel Q2, dan satu artikel Q3.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari pendampingan intensif selama dua hari. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai strategi penulisan artikel ilmiah, tetapi juga didorong untuk membawa artikel yang telah dikembangkan hingga tahap submit dan proses review pada jurnal tujuan.
Kegiatan ditutup dengan arahan dari Prof. Radiyati Umi Partan. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Radiyati menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya UNSRI meningkatkan kualitas dan produktivitas publikasi ilmiah.
Prof. Radiyati juga menyampaikan agar coaching clinic seperti ini dapat kembali dilaksanakan sehingga pendampingan terhadap para peneliti dan dosen dapat dilakukan secara berkelanjutan, terutama dalam mendorong peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Melalui kegiatan ini, LPPM UNSRI terus mendorong penguatan budaya publikasi ilmiah sekaligus memberikan pendampingan yang lebih terarah kepada sivitas akademika dalam menghasilkan artikel yang siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi. (Rilis LPPM/ Ara_Humas)