UNSRI Adakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Untuk Menuju Kampus Zero Waste
26 Sep 2025
Universitas Sriwijaya menyelenggarakan sosialisasi berjudul Sampahku Tanggung Jawabku, dengan tema “Pengolahan Sampah Menuju Kampus Hijau & Berkelanjutan”.
Acara ini dilaksanakan di gedung aula Fakultas Ekonomi Kampus UNSRI Indralaya pada tanggal 24-25 September 2025. Acara ini dibuka oleh Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E.,M.Si. dan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten yakni Muhammad Rendana, B.Sc., M.Sc., Ph.D., Mohammad Baedowy, dan Dr. Febrian Hadinata, S.T., M.T.
Dalam sambutannya, Rektor UNSRI mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam acara ini, ia berharap program pengolahan sampah bisa membawa manfaat bagi Universitas Sriwijaya dan masyarakat luas. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pada awalnya program ini akan fokus mengelola sampah yang ada disekitar kampus UNSRI, selanjutnya barulah menyasar permasalahan sampah yang ada disekitar kampus. “Untuk tahun ini kita baru memusatkan pengelolaan sampah yang ada di dalam kampus, Mudah-mudahan tahun depan kita bisa membantu permasalahan yang ada di sekitar kampus, terutama di kota Indralaya, kemudian juga nanti di kota Palembang. Dengan adanya kerjasama mudah-mudahan pengelolaan sampah ini bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat," Ujarnya.
Pada sesi pemateri yang pertama yaitu Muhammad Rendana, B.Sc., M.Sc., Ph.D. memaparkan materi berjudul “Menuju Kampus Zero Waste Membangun Budaya Ramah Lingkungan”. Menurutnya permasalah terbesar adalah sampah yang berasal dari plastik sehingga kebiasaan tersebut harus dirubah melalui diri sendiri. “Mahasiswa saat ini harus mengurangi pemakaian plastik, misalnya untuk belanja atau membawa barang bisa diganti menggunakan tas jinjing dan membawa botol air minum sendiri dari rumah. Dengan kebiasaan ini maka kita sudah menerapkan zero waste," Paparnya.
Sementara pemateri kedua yakni Mohammad Baedowy, seorang pengusaha sekaligus pendiri Majestic Buana Group yang begerak dibidang daur ulang sampah. Ia membagikan kisah awal ia merintis usahanya, mulai dari berkeliling mencari sampah untuk diolah menjadi bijih plastik hingga sekarang bisa mendirikan pabrik dan membuat mesin pengolahan sampah menjadi barang yang bernilai jual. Karena hal tersebut ia memperoleh banyak penghargaan baik secara nasional hingga internasional.
Tidak sampai disitu saja, ia juga mendirikan Gerakan Aksi Kelola Sampah Kita (AKSATA). Gerakan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai daur ulang sampah, sasarannya yaitu Lembaga Pendidikan, Pondok Pesantren, Rumah Ibadah, sampai ke Cafe dan Restoran. Dalam kunjungannya ke UNSRI ia mengatakan niatnya untuk membantu program pengelolaan sampah yang sudah direncanakan oleh UNSRI. “Dalam enam bulan kedepan kita akan mendampingi UNSRI untuk mengelola sampah yang ada di kampus ini, dengan kerjasama yang baik harapannya UNSRI bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar untuk menjaga lingkungan tetap bersih," Harapnya.
Pemateri terakhir adalah Dr. Febrian Hadinata, S.T., M.T. yang memaparkan materi dengan judul “Implementasi Zero Waste Dalam Pengelolaan Sampah”. Salah satu pembahasannya adalah pengurangan penggunaan kertas atau paperless. Menurutnya walaupun belum sepenuhnya meninggalkan pemakaian kertas, Universitas Sriwijaya sudah menerapkan paperless. “Terkait paperless memang UNSRI sudah mulai menerapkan ini walaupun belum sepenuhnya karena untuk beberapa hal masih memerlukan kertas walaupun jumlahnya dari tahun ke tahun semakin berkurang. Hal ini bisa dilihat dari data pembelian kertas di Universitas Sriwijaya” tutupnya. GR (Humas)