>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


FKM UNSRI Gelar International Summer Course 2026, Eksplorasi Keterkaitan Budaya dan Kesehatan di Lahan Basah Sumatera Selatan

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) resmi memulai rangkaian International Summer Course 2026 berjudul “Sailing Towards Wellness: Exploring the Intersection of Culture and Health in South Sumatra Wetlands.” Kegiatan yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Universitas Sriwijaya, Indralaya, ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan kolaborasi akademik di bidang kesehatan masyarakat.

International Summer Course 2026 mengangkat keunggulan serta karakteristik wilayah lahan basah Sumatera Selatan melalui pendekatan lintas disiplin. Program ini mempertemukan berbagai perspektif, mulai dari kesehatan masyarakat, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, gizi, budaya lokal, hingga keberlanjutan sistem pangan.

Program tersebut juga sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi dan verifikasi administrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi orientasi bersama pimpinan Universitas Sriwijaya. Suasana penyambutan berlangsung semakin hangat dengan penampilan Tari Tanggai, salah satu tarian tradisional Sumatera Selatan yang mencerminkan keramahan sekaligus kekayaan budaya lokal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI.

Dalam sambutannya, Prof. Rujito menyampaikan apresiasi atas kehadiran 34 peserta internasional yang mengikuti program tersebut. Peserta terdiri atas 32 peserta dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan 2 peserta dari Mahidol University.

Menurutnya, lahan basah Sumatera Selatan memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar bentang ekologis. Kawasan tersebut merupakan ruang hidup yang memperlihatkan keterhubungan antara lingkungan, mata pencaharian, pangan, tradisi, dan kesehatan masyarakat.

"Manfaatkanlah program ini secara aktif melalui diskusi, lokakarya, kegiatan lapangan, dan interaksi dengan masyarakat, sehingga peserta membawa pulang pengetahuan, perspektif baru, persahabatan, serta gagasan untuk kolaborasi masa depan," ujar Prof. Rujito.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan akademik dan pengalaman lapangan, di antaranya kuliah pakar, diskusi ilmiah, lokakarya, kunjungan lapangan, serta proyek pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan mitigasi stunting.

Peserta juga akan mendapatkan pengalaman untuk mengenal kekayaan budaya dan pangan lokal Sumatera Selatan melalui kegiatan kuliner tradisional Palembang serta eksplorasi budaya songket. 

Melalui pelaksanaan International Summer Course 2026 ini, FKM UNSRI berharap dapat menghadirkan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi peserta internasional sekaligus memperluas wawasan global dan mendorong lahirnya kolaborasi berkelanjutan untuk pembangunan kesehatan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Rilis FKM/Ara_Humas)


SDGs:

SDG 3
Kehidupan Sehat dan Sejahtera
SDG 6
Air Bersih dan Sanitasi
SDG 8
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
SDG 12
Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab
×