>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


UNSRI Lakukan Pembinaan, Evaluasi dan Monitoring Terkait Pelaksanaan Kebijakan Informasi Publik yang Dilakukan oleh PPID dan PPID Pelaksana.

Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar rapat koordinasi terkait pengelolaan keterbukaan informasi publik sekaligus melakukan pembinaan, evaluasi, dan monitoring terhadap pelaksanaan tugas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan PPID Pelaksana di lingkungan UNSRI. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II Rektorat UNSRI Kampus Indralaya, pada Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh Koordinator Administrasi dan Narahubung PPID Pelaksana dari fakultas, Sekolah Pascasarjana (SPS), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), direktorat, serta kantor di lingkungan UNSRI ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) Tahun 2026 oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia.

Kepala Kantor Humas dan Protokol UNSRI, Dr. Nurly Meilinda, M.I.Kom., mengatakan bahwa pengelolaan keterbukaan informasi publik di UNSRI perlu terus ditingkatkan agar semakin baik dan mampu mengikuti perkembangan tata kelola informasi di tingkat nasional maupun global.

“Semua yang sudah kita lakukan dan seluruh kinerja yang sudah kita buat tentu harus bisa lebih baik lagi. Keterbukaan Informasi Publik ini bukan hanya ketentuan dari universitas, tetapi merupakan amanat undang-undang,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan pengelolaan keterbukaan informasi publik di berbagai perguruan tinggi saat ini semakin baik. Karena itu, UNSRI perlu terus melakukan pembenahan dan memastikan seluruh unit kerja berperan aktif dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.

“Di tahun 2026 ini, semua universitas sudah semakin baik dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik. Kalau bisa, kita jangan kalah dengan perkembangan dunia global. Kita juga harus ikut serta menjadi bagian penting dalam gerakan keterbukaan informasi ini,” tambahnya.

Dr. Nurly menjelaskan, kegiatan pembinaan dan monitoring tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih teknis kepada PPID Pelaksana di tingkat fakultas dan unit kerja mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi Monev KIP 2026.

“Untuk hari ini kita akan membahas bagaimana teknisnya di level fakultas, apa saja yang perlu Bapak dan Ibu persiapkan sehingga dapat membantu pelaksanaan Monev nanti,” jelasnya.

Selain membahas persiapan Monev KIP, UNSRI juga terus melakukan inovasi dalam pengelolaan informasi dan layanan publik. Salah satunya melalui inisiasi kanal Info Kampus yang akan dikembangkan pada laman resmi UNSRI.

Dr. Nurly menyampaikan, Info Kampus diharapkan dapat menjadi salah satu kanal bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai informasi maupun pengaduan kepada universitas. “Di Kantor Humas dan Protokol, kami juga sudah mencoba menginisiasi aplikasi baru dalam website, yaitu Info Kampus. Ini bisa menjadi kanal untuk pengaduan yang berbeda dengan laporan yang sifatnya lebih administratif atau terkait pelaksanaan tata kelola,” ungkapnya.

Melalui kanal tersebut, berbagai informasi maupun laporan dapat disampaikan dan selanjutnya dikelola sesuai mekanisme yang telah disiapkan oleh UNSRI.

Sementara itu, Sekretaris Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Alfitri, M.Si. dalam arahannya menyampaikan bahwa pengelolaan informasi publik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif PPID, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun citra dan branding positif UNSRI.

Menurutnya, Humas dan Protokol menjadi salah satu unsur penting dalam mengawal penyampaian informasi universitas kepada publik. Untuk itu, peran narahubung di setiap unit kerja perlu diperkuat sebagai sumber informasi awal bagi universitas.

“Branding ini memang tidak mudah untuk kita bangun dan kita kawal. Maka dari itu, komponen Humas dan Protokol menjadi bagian penting bagi kita untuk bersama-sama memberikan supporting dalam rangka membangun pencitraan dan branding yang baik bagi Universitas Sriwijaya,” jelasnya.

Ia meminta narahubung di setiap unit kerja dapat secara aktif menyampaikan informasi, baik mengenai kegiatan positif maupun berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan universitas. Selain itu, berbagai kegiatan positif di unit kerja juga diharapkan dapat disampaikan kepada Kantor Humas dan Protokol. Informasi tersebut selanjutnya dapat dikemas menjadi materi publikasi untuk memperkaya kanal komunikasi resmi UNSRI, baik melalui laman web maupun media sosial.

Sekretaris Universitas juga menekankan pentingnya keaktifan seluruh unit kerja dalam memperbarui informasi pada kanal resmi UNSRI. Menurutnya, laman web universitas merupakan salah satu jendela utama informasi UNSRI yang harus terus diisi dengan informasi yang actual.

“Tujuan rapat koordinasi ini untuk bisa menyamakan persepsi yang selama ini mengalami diskomunikasi ataupun gangguan-gangguan lainnya. Dan kami dari sekretariat yang membawahi unsur-unsur Humas dan Protokol meminta betul kepada para narahubung di fakultas bisa bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa UNSRI saat ini telah memperoleh predikat Informatif dalam keterbukaan informasi publik dengan capaian nilai di atas 90. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar UNSRI mampu mendekati nilai maksimal dan bersaing dengan perguruan tinggi lain yang telah mencapai nilai lebih tinggi.

“Untuk tahun ini kita berharap tidak hanya sekedar informatif tetapi bagaimana nilai kita semakin meningkat. Kita sekarang sudah di atas 90, di angka masih 94, universitas lain sudah di angka 97,98 yang hampir mendekati sempurna. Nah kalau semua unit kerja ini bisa memberikan informasi-informasi yang bagus, ini akan bergerak naik. Karena itu, kita tidak hanya ingin mempertahankan status Informatif Universitas Sriwijaya, tetapi juga bagaimana nilainya semakin meningkat,” katanya.

Sekretaris Universitas berpesan kepada semua unit kerja agar menginformasikan seluruh kegiatan yang berskala besar kepada Kantor Humas dan Protokol. Ia mencontohkan kegiatan yang melibatkan tamu dari luar UNSRI, dosen asing, mahasiswa asing, kegiatan kepedulian terhadap masyarakat, lingkungan, maupun berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai informasi yang penting untuk dipublikasikan.

“Kalau kegiatannya berskala besar, mohon diinformasikan. Kegiatan apa pun yang dilakukan di semua unit kerja, mohon direkam, dinarasikan, dan dikirimkan sebagai bentuk informasi. Nanti kita salurkan ke jendela-jendela informasi Universitas Sriwijaya. Dari Kantor Humas juga siap memberikan support,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Divisi Pengelola Informasi dan Dokumentasi UNSRI, Arief Alkahfi, S.T., bersama staf, Gilang Romadon, S.I.Kom. mengenai teknis pengelolaan dan persiapan Monev KIP Tahun 2026, termasuk hal-hal yang perlu menjadi perhatian PPID Pelaksana di masing-masing unit kerja.

Pembinaan dan monitoring ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara PPID Universitas dan PPID Pelaksana, sekaligus memastikan pengelolaan informasi publik di seluruh unit kerja UNSRI berjalan secara transparan, akuntabel, responsif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (Ara_Humas)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
×