>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


UNSRI Perkuat Kolaborasi Riset Internasional dalam Pengembangan Pendidikan Perubahan Iklim

Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan riset pendidikan perubahan iklim melalui kolaborasi akademik internasional. Hal tersebut tercermin dalam diskusi riset yang mempertemukan peneliti FKIP UNSRI dengan akademisi dari Utah State University, Amerika Serikat, dan Istanbul University, Turki, yang dilaksanakan secara daring, Rabu (9/9/2026).

Dari UNSRI, diskusi melibatkan pimpinan dari FKIP Dr. Hartono, Prof. Sofendi, dan Dr. Rita Inderawati. Sementara dari Amerika Serikat hadir Prof. Kathy Trundle (Utah State University, sedangkan dari Turki hadir Prof. Mehmet (Istanbul University) bersama kolega peneliti lainnya dari Amerika dan Turki.

Diskusi berfokus pada pengembangan riset mengenai pendidikan perubahan iklim dan orientasi calon guru dalam merespons isu perubahan iklim. Kajian ini menjadi bagian dari kolaborasi yang menempatkan pendidikan sebagai ruang strategis untuk membangun kapasitas generasi mendatang dalam memahami, mengevaluasi, dan merespons tantangan perubahan iklim.

Salah satu penelitian yang menjadi bahan pembahasan melibatkan 2.161 calon guru dari 24 institusi pendidikan guru di lima wilayah kepulauan utama Indonesia. Para calon guru berasal dari bidang pendidikan dasar, bahasa, matematika, sains, dan ilmu sosial. Penelitian tersebut mengkaji orientasi perubahan iklim melalui empat dimensi, yaitu ketidakpastian terhadap perubahan iklim, sikap terhadap lingkungan, perilaku pro-lingkungan, dan keyakinan epistemik yang spesifik terhadap perubahan iklim.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pola yang berbeda antardisiplin pada sejumlah dimensi tersebut. Namun, tidak terdapat satu bidang yang secara konsisten menunjukkan keunggulan pada seluruh aspek. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pendidikan perubahan iklim tidak dapat dibangun hanya melalui transfer pengetahuan ilmiah, tetapi perlu memperhatikan dimensi nilai, cara memahami dan mengevaluasi pengetahuan, serta kecenderungan untuk bertindak terhadap persoalan lingkungan.

Dr. Rita Inderawati menegaskan bahwa temuan tersebut memberikan arah penting bagi pengembangan pendidikan guru.

“Perubahan iklim merupakan persoalan yang kompleks sehingga tidak cukup direspons oleh satu disiplin. Pendidikan guru perlu bergerak dari cara pandang yang menempatkan disiplin dalam suatu hierarki menuju pendekatan yang melihat kekuatan setiap disiplin sebagai sesuatu yang saling melengkapi. Sains memberikan landasan penalaran ilmiah, matematika dapat memperkuat interpretasi data, bahasa berperan dalam komunikasi dan literasi kritis, ilmu sosial membuka ruang bagi pemahaman sosial dan kewargaan, sedangkan pendidikan dasar memiliki posisi strategis dalam membangun literasi perubahan iklim sejak dini," Tegasnya. 

Menurut Dr. Rita, pendekatan tersebut juga membuka ruang yang lebih luas bagi Pendidikan Bahasa Inggris untuk berkontribusi dalam agenda pendidikan perubahan iklim. Dalam beberapa tahun terakhir, arah risetnya bersama kolega semakin banyak mengintegrasikan isu perubahan iklim ke dalam pembelajaran bahasa Inggris, termasuk pengembangan bahan ajar dan materi membaca berbasis perubahan iklim. Salah satu karya yang dikembangkan bersama kolega UNSRI bahkan secara khusus menghadirkan exposition reading materials based on climate change.

“Bahasa bukan hanya alat untuk menyampaikan informasi tentang perubahan iklim. Melalui pembelajaran bahasa, mahasiswa dan calon guru dapat belajar membaca informasi secara kritis, mengevaluasi berbagai klaim, berdiskusi tentang persoalan lingkungan, dan mengomunikasikan gagasan tentang perubahan iklim. Karena itu, pendidikan bahasa juga memiliki posisi strategis dalam membangun climate literacy,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa penelitian mengenai calon guru menjadi penting karena guru merupakan aktor kunci dalam menerjemahkan isu perubahan iklim ke dalam pengalaman belajar di sekolah.

Diskusi internasional tersebut juga menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi riset lintas negara dan lintas disiplin. Bagi UNSRI, kolaborasi Indonesia, Amerika Serikat, dan Turki memberikan kesempatan untuk mempertemukan konteks pendidikan yang berbeda sekaligus mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana calon guru dipersiapkan untuk menghadapi persoalan perubahan iklim.

Kolaborasi ini sejalan dengan arah penguatan riset internasional UNSRI yang menempatkan isu pendidikan, lingkungan, dan perubahan iklim sebagai bagian dari tantangan global yang membutuhkan pendekatan kolaboratif.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar pendidikan tentang perubahan iklim, tetapi pendidikan yang mempersiapkan calon guru untuk berpikir kritis, memahami bukti, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan bertindak secara bertanggung jawab. Di sinilah kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara menjadi sangat penting,” tutul Dr. Rita.

Melalui kolaborasi tersebut, UNSRI terus mendorong penguatan riset pendidikan yang tidak hanya relevan bagi konteks Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada percakapan akademik global mengenai climate change education, teacher education, dan pengembangan climate literacy. (Rilis FKIP UNSRI)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
×