UNSRI Perkuat Jejaring Global di Internasional 2025 Symposium One Health di Shenzhen, China
29 Sep 2025
Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali menegaskan kiprahnya di kancah internasional melalui keterlibatan Prof. Dr. rer. med. Hamzah Hasyim, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, sebagai pembicara dalam The 2025 International Symposium for One Health Research and Practice: From Vision to Collaboration and Action yang diselenggarakan di Shenzhen Third People's Hospital, Shenzhen, China.
Dalam forum ilmiah bergengsi ini, Prof. Hamzah Hasyim memaparkan materi berjudul “One Health: Policy and Environmental Management 2025”, yang menyoroti urgensi integrasi kebijakan kesehatan masyarakat dengan pengelolaan lingkungan untuk mitigasi risiko penyakit serta dampak perubahan iklim.
Keterlibatan UNSRI berdampingan dengan pakar internasional dari Tiongkok, Australia, Nigeria, Bangladesh, Afrika, hingga Amerika Latin memperkuat peran universitas dalam kolaborasi riset dan kebijakan global. Hal ini sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata UNSRI dalam mendukung pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Simposium ini mempertemukan para pakar lintas negara dan lintas disiplin untuk membahas kebijakan, riset, serta praktik One Health dalam menghadapi tantangan penyakit zoonosis, antimikroba, perubahan iklim, dan kesehatan lingkungan.
Para pembicara internasional yang hadir antara lain Prof. Zou Xuan (Director of Shenzhen CDC) yang memaparkan strategi pencegahan zoonosis berbasis konsep One Health; Prof. Lu Hongzhou (Dean, Shenzhen Third People’s Hospital, China) tentang inovasi pengendalian infeksi rumah sakit; Dr. Ismail Abdus-Salam (Ministry of Health, Nigeria) mengenai pemutusan rantai penularan; Prof. Liu Tao (Jinan University, China) terkait hubungan ENSO dengan penyakit menular; Prof. Hamish McCallum (Griffith University, Australia) yang mengulas ekologi virus Hendra dan risiko spillover; serta Dr. Yunying Fang (Griffith University, Australia) mengenai karbon tanah, perubahan iklim, dan kesehatan lingkungan.
Selain itu, hadir pula Prof. Lee Tienming (Sun Yat-Sen University, China) dengan topik desain target efektif One Health; Prof. Tjandra Y. Aditama (YARSI University, Indonesia) tentang resistensi antimikroba (AMR) di Asia Pasifik; Prof. Wang Yanan (Henan Agricultural University, China) tentang AMR pada hewan; Dr. Nancy Dian Anggraeni (Kemenko PMK, Indonesia) dengan bahasan One Health and AMR; Dr. Yewande Alimi (Africa CDC/AU) terkait deklarasi politik PBB untuk Afrika; Prof. Erica Donner (University of South Australia) dengan riset resistensi antimikroba di sektor agribisnis; serta Dr. Thomas Weaver (DAI Fleming Fund, Indonesia) mengenai pemantauan AMR di Indonesia.
Deretan pembicara lainnya termasuk Prof. Gao Wenjing (Peking University, China) tentang One Health Joint Plan of Action 2022–2026; Dr. Dicky Budiman (Griffith University/YARSI) mengenai penguatan keamanan kesehatan global; Adj. Prof. Magda Robalo Correia Silva (Guinea-Bissau, Institute for Global Health and Development) tentang jembatan antara sains, kebijakan, dan implementasi; Dr. Chadia Wannous (WOAH) mengenai koordinasi global One Health; Dr. Paul Barnes (Griffith University, Australia) tentang One Health Community of Practice; Prof. Tahmina Shirin (IEDCR, Bangladesh) berbagi pengalaman perjalanan One Health di Bangladesh; serta Dr. Ottorino Cosivi (PAHO, WHO) yang menyoroti kerangka kerja institusional PAHO untuk One Health. (Rilis FKM/Ara_Humas)