Polda Sumsel - UNSRI Perkuat Sinergi Cegah Intoleransi dan Radikalisme Melalui Seminar Wawasan Kebangsaan
30 Sep 2025
Universitas Sriwijaya (UNSRI) bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat menyelenggarakan Seminar Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, serta Terorisme di Lingkungan Kampus, bertempat di Graha Sriwijaya Kampus Palembang, Selasa (29/9/2025)
Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika UNSRI dan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumsel, Dr. Isabella, SIP., M.Si. Kemudian Kepala Kesbangpol Provinsi Sumsel, Dr. H. M. Alfajri Zabidi, S.Pd., M.M., M.Pdi., serta eks Napiter, Budi Setiawan Ismail alias Abu Ghozi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M. Agr. mengatakan bahwa seminar ini memiliki makna yang sangat strategis terutama dalam memperkuat wawasan kebangsaan kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang plural dan maju.
“Tentu kita memahami juga bahwa intoleransi, radikalisme dan terorisme adalah tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat kita terutama di dunia pendidikan. Kita semua tentu sepakat bahwa sikap intoleran yang berujung pada radikalisme dan terorisme tidak dapat dibiarkan berkembang terutama di kalangan generasi muda yang merupakan harapan bangsa. Oleh karena itu melalui seminar ini kita ingin memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih tentang bahaya-bahaya tersebut dan bagaimana cara kita mencegahnya, terutama dalam kehidupan kampus,” ujar Prof Rujito.
Ia menambahkan bahwa seminar ini merupakan bentuk komitmen UNSRI untuk senantiasa mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kedamaian serta menciptakan kampus yang aman dan kondusif untuk seluruh civitas akademika. “Kami berharap melalui pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu ini para mahasiswa dan seluruh civitas akademika dapat berperan aktif dalam membangun kampus yang bebas dari radikalisme dan intoleransi,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel yang diwakili oleh KBP Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Ditbinmas Polda Sumatra Selatan. Dimana kegiatan ini untuk memberikan masukan serta menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa terkait pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme dengan tema membangun generasi muda yang berjiwa nasionalisme dengan penguatan karakter kebangsaan mahasiswa guna mengantisipasi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Ia menerangkan maksud dan tujuan penyelenggaraan seminar ini sebagai upaya untuk menyatukan persepsi dan mengingatkan kembali bahwa para mahasiswa - mahasiswi merupakan generasi penerus bangsa yang mempunyai peran penting dalam menjaga keharmonisan perbedaan suku, agama, dan budaya di Indonesia, sehingga tercipta situasi kamtipnas yang aman dan kondusif khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
“Kampus adalah pusat lahirnya kegiatan, ilmu pengetahuan, dan semangat perubahan, namun kita juga menyadari bahwa kampus seringkali menjadi ruang yang rentan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, bahkan terorisme yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, melalui seminar ini kita ingin meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, memperkuat nilai-nilai Pancasila serta membangun daya tangkal bersama agar generasi muda tidak mudah terjerumus pada ideologi yang menyimpang. Kita harus memahami bahwa intoleransi, radikalisme, dan terorisme bukan hanya persoalan keamanan tetapi juga tantangan terhadap jati diri bangsa,” ujarnya.
Melalui seminar ini, UNSRI bersama Polda Sumsel berharap dapat memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran sivitas akademika untuk menjaga nilai kebangsaan, sekaligus dapat membentuk karakter mahasiswa yang memiliki jiwa nasionalisme, cinta tanah air, cinta terhadap ideologi dan pertahanan Pancasila. (Ara_Humas)