>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


UNSRI Tugaskan Dua Dosen FKM sebagai Tim Riset Operasional Program TBC Sumatera Selatan 2025

Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesehatan nasional. Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., secara resmi menugaskan dua dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNSRI, yakni Prof. Dr. rer. med. H. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M. dan Dr. Iche Andriyani Liberty, S.K.M., M.Kes., sebagai Tim Riset Operasional Program Tuberkulosis (TBC) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025.

Penugasan ini merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Nomor 400.7/4753/KesNIII/2025 tertanggal 4 Agustus 2025, yang mengundang keterlibatan Universitas Sriwijaya sebagai mitra akademik dalam pelaksanaan riset operasional program TBC di tingkat provinsi.

Kedua dosen tersebut akan mewakili UNSRI dalam pelaksanaan Operational Research Tuberculosis (OR-TB), program riset nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Jejaring Riset Tuberkulosis Indonesia.

Riset ini berjudul “Analisis Kaskade Penemuan Kasus hingga Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Kota Palembang: Pemanfaatan Data Sistem Informasi Tuberkulosis dan Audit Primer.” Fokus penelitian diarahkan pada penguatan kesinambungan layanan TBC melalui analisis berbasis bukti terhadap seluruh tahapan kaskade layanan, mulai dari penemuan kasus, inisiasi pengobatan, hingga keberhasilan terapi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods, mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif mencakup penelaahan data sekunder dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dan Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA), yang divalidasi melalui audit data primer meliputi rekam medis, log farmasi, dan hasil laboratorium. Sementara itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) dengan pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan pengelola program. Melalui analisis ini, penelitian berupaya mengidentifikasi titik kritis kehilangan pasien (drop-off) di setiap tahapan layanan dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data lokal untuk meningkatkan efektivitas pengendalian TBC di Kota Palembang.

Sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan melalui surat Nomor 400.7.10/6757/Kes/VIII/2025 tertanggal 22 Oktober 2025, mengundang tim peneliti UNSRI untuk menghadiri Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Hasil Riset Program TBC, yang digelar Kamis, 30 Oktober 2025 di Hotel Azza by Horison Palembang.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI. Undangan tersebut ditandatangani secara elektronik oleh dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP (Subsp. FOMC) selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Keterlibatan UNSRI dalam penelitian operasional ini memiliki arti strategis dalam mendukung upaya eliminasi TBC nasional. Peneliti utama, Prof. Hamzah Hasyim, menegaskan bahwa riset ini memperkuat kontribusi UNSRI dalam menghasilkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) di bidang kesehatan masyarakat. “Selain memperluas jejaring akademik lintas lembaga, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam peningkatan efektivitas program pengendalian TBC, integrasi layanan TBC–HIV, serta pelaksanaan terapi pencegahan TBC (TPT) di komunitas,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikannya, penelitian ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), yang menargetkan penghentian epidemi TBC, HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya pada tahun 2030. Dengan menitikberatkan pada penguatan sistem informasi, validasi data, dan intervensi berbasis bukti, riset ini mendukung pencapaian indikator SDG 3.3 yang berfokus pada pengendalian penyakit menular, serta SDG 17 yang menekankan pentingnya kemitraan strategis dalam pencapaian tujuan pembangunan.

Dengan dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya, penelitian ini diharapkan menjadi model riset kolaboratif nasional yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik lapangan dalam upaya penendalian penyakit menular. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi Universitas Sriwijaya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang berorientasi pada pembangunan manusia unggul dan berdaya saing global. (Rilis FKM/Ara_Humas)


×