UNSRI Laksanakan Program Pengabdian Berdampak: “Budikdamber Sehat” untuk Cegah Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
18 Nov 2025
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak bertajuk “Budikdamber Sehat: Sinergi Multidisiplin untuk Cegah Stunting dan Bangun Ketahanan Pangan Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung 24 Oktober–23 November 2025 di Desa Muara Penimbung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Program yang dipimpin Prof. Dr. rer. med. H. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M. tersebut menghadirkan kolaborasi lintas disiplin dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran. Tim pelaksana terdiri dari para dosen dan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu yaitu, Fatria Harwanto, S.Kep., M.Kes, dr. Fildzah Hashifah Taufiq, M.K.M, Muhammad Amin Arigo Saci, S.K.M., M.K.M, Ery Erman, S.K.M., M.A, Drg. Danny Kusuma Aerosta, M.K.M, dan Yusri, S.K.M., M.K.M, yang seluruhnya berkolaborasi dengan masyarakat lokal, mahasiswa, serta alumni Universitas Sriwijaya. Kolaborasi multidisiplin ini memperkuat pendekatan integratif antara aspek kesehatan masyarakat, gizi, kesehatan lingkungan, dan perikanan dalam menciptakan solusi berbasis potensi lokal.
Prof. Hamzah Hasyim menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mencegah stunting. “Melalui Budikdamber, kami ingin memberdayakan masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan sempit untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat melalui pendekatan berbasis wilayah dan partisipasi aktif mitra lokal. Proses pelaksanaan diawali dengan identifikasi kebutuhan serta potensi masyarakat secara sistematis dan berbasis bukti melalui survei lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta diskusi internal tim lintas keilmuan.
“Solusi yang dikembangkan berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi gizi, pelatihan teknologi budidaya ikan lele, serta pendampingan pemasaran hasil panen. Budidaya Ikan dalam Ember (Budidamber) dipilih sebagai inovasi sederhana namun efektif yang memadukan budidaya ikan lele dengan tanaman sayuran seperti kangkung dan bayam di atas ember. Model ini memungkinkan masyarakat menghasilkan sumber protein hewani dan nabati secara mandiri meski di lahan sempit,” Ungkapnya.
Ia menerangkan bahwa dalam kegiatan tersebut, tim FKM UNSRI bersama warga menebarkan 2.700 ekor bibit ikan lele di berbagai rumah binaan dan di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Shafiya Haffiya, serta memberikan pelatihan teknis mengenai pengelolaan air, pemberian pakan, dan integrasi tanaman agar sistem budidaya berjalan efisien dan ramah lingkungan.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pakar lintas fakultas, Prof. Dr. Muslim, S.Pi., M.Si. (Fakultas Pertanian), Dr. Julius Anzar, Sp.A (K) (Fakultas Kedokteran), yang memberikan pendampingan teknis perikanan, dan edukasi tentang gizi anak dan kesehatan keluarga. Dosen-dosen dari Prodi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, dan Gizi FKM UNSRI turut berperan aktif dalam transfer ilmu dan pendampingan teknis kepada masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan mengedepankan partisipasi masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta evaluasi keberlanjutan. Sosialisasi dilakukan dengan pertemuan warga dan penyebaran instrumen evaluasi awal dan akhir untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dalam manajemen budidaya ikan, formulasi pakan hemat biaya, serta pemanfaatan hasil panen sebagai sumber pangan bergizi. Evaluasi dilakukan secara berkala guna menilai pencapaian target dan memastikan keberlanjutan kegiatan.
Program ini mengintegrasikan pendekatan edukatif dan inovasi teknologi budidaya ikan yang efisien, hemat air, dan berkelanjutan. Inovasi yang diterapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperkuat aspek ekonomi keluarga, meningkatkan pengetahuan gizi, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat. Sistem pendampingan yang diterapkan memastikan kegiatan dapat dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri dengan dukungan monitoring dan kolaborasi lintas sektor.
Prof Hamzah Hasyim menyebutkan target luaran program mencakup peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi keluarga dan ketahanan pangan, peningkatan hasil panen ikan lele dan sayuran, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta perbaikan layanan sosial kemasyarakatan di tingkat desa. Seluruh capaian dirancang agar dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif, sehingga hasil kegiatan dapat diintegrasikan ke dalam laporan akuntabilitas dan menjadi model replikasi bagi wilayah lain.
Masyarakat Desa Muara Penimbung tampak antusias sepanjang kegiatan. Warga mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh semangat dan mulai mengadopsi sistem Budikdamber di rumah masing-masing. Prof Hamzah berharap, setelah program berakhir, masyarakat mampu melanjutkan budidaya ini secara mandiri dan bahkan mengembangkannya menjadi usaha produktif keluarga.
Melalui implementasi program Budikdamber Sehat, UNSRI menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang berorientasi pada pembangunan masyarakat sehat, tangguh, dan mandiri. Program ini tidak hanya mendukung percepatan penurunan stunting, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan visi Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing tinggi. (Rilis LPPM/Ara_Humas)