UNSRI Resmi Luncurkan PKM Skema Penugasan 2025 di Desa Kota Daro II “Optimalisasi Desa dalam Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting”
26 Nov 2025
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) resmi meluncurkan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Penugasan UNSRI Tahun 2025 di Desa Kota Daro II, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (26/11/2025).
Launching Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut, dilakukan Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. bersama Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar. Launching ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian UNSRI yang berfokus pada optimalisasi desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta percepatan penanganan stunting.
Dalam laporannya, Wakil Rektor III UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi UNSRI dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir terutama dengan Wakil Bupati dan unsur Forkopimda.
Ia menjelaskan bahwa program PKM tahun ini tidak hanya fokus pada penanganan stunting, tetapi juga bertujuan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami menjadikan Desa Kota Daro II sebagai percontohan dalam optimalisasi pencegahan dan penanganan stunting sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat Ogan Ilir pada umumnya dan Kota Daro II pada khususnya,” Ujarnya.
Wakil Rektor III menyampaikan beberapa kegiatan utama yang telah dan akan dilaksanakan oleh tim PKM dari berbagai fakultas di UNSRI, di antaranya: edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya. Evaluasi gizi dan koordinasi bersama tim MBG, serta pengukuran dan pemantauan tumbuh kembang melalui posyandu.
Kemudian peningkatan kemampuan UMKM songket khas Kota Daro II, pelatihan pengelolaan sampah untuk menciptakan nilai ekonomi, pelatihan budidaya ikan lele untuk penguatan ekonomi keluarga, serta program pencetakan sawah dan peningkatan kapasitas pertanian oleh Fakultas Pertanian.
Selain itu dilakukan juga deteksi dini kelainan pada ibu hamil dan menyusui. Pemeriksaan kesehatan gratis dari Klinik UNSRI dan pelayanan pemeriksaan tele-otiva untuk deteksi dini kanker serviks, serta perencanaan pengelolaan air bersih sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Wakil Rektor III menegaskan bahwa pelaksanaan PKM di Desa Kota Daro II akan berlanjut selama tiga bulan ke depan dengan pendampingan berkelanjutan. Ia berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat terus bersinergi dengan UNSRI agar program berjalan dan memberi hasil nyata.
Wakil Rektor III juga melaporkan bahwa sejumlah alat telah disiapkan untuk diserahkan kepada masyarakat, seperti: alat pengelolaan sampah, alat budidaya ikan lele, alat produksi songket, serta teknologi pendukung pertanian lainnya.
Rektor UNSRI dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah tugas fundamental perguruan tinggi.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu kewajiban, salah satu tugas dari Universitas, khususnya Universitas Sriwijaya. Di Pergruan Tinggi, ada tiga tugas utama, yang pertama adalah pendidikan dan pengajaran kemudian yang kedua adalah penelitian, dan yang ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat. Jadi salah satu tugas dari Perguruan Tinggi itu adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Kita tidak berharap Universitas Sriwijaya seperti menara gading, namanya menjulang tapi tidak bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu saya akan selalu mengedepankan bahwa Universitas itu bisa memberikan manfaat bagi orang banyak, terutama yang memang tempatnya di sekitar Universitas Sriwijaya Khususnya,” Ujar Rektor.
Rektor juga menyampaikan bahwa sejak UNSRI berstatus PTN-BH pada tahun 2024 lalu, pusat administrasi UNSRI berada di Indralaya, sehingga minimal 50% kegiatan PKM dosen harus diarahkan ke Kabupaten Ogan Ilir.
“Karena itu didalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat saya membuat keputusan bahwa minimal 50% kegiatan yang ada di UNSRI, kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu harus diarahkan ke Kabupaten Ogan Ilir. Jadi semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat Minimal 50% harus dilakukan para dosen di Kabupaten ogan Ilir,” Katanya.
Rektor juga menyampaikan kisah masa kecilnya yang pernah tinggal dan bersekolah di Desa Kota Daro, termasuk menempuh pendidikan madrasah hingga kelas 4. Ia berharap madrasah yang pernah menjadi tempatnya belajar dapat dibangun kembali untuk memperkuat pendidikan agama di desa tersebut.
Dalam kesempatan itu Rektor memperkenalkan sejumlah Inovasi Teknologi UNSRI yang dapat diterapkan di Desa Kota Daro II antara lain, bibit padi unggul UNSRI yang tahan genangan dan kekeringan. Teknologi pencetakan sawah untuk meningkatkan hasil panen hingga dua–tiga kali setahun. Mesin penyedot air bertenaga solar cell sebagai solusi irigasi tanpa listrik. Dan Perangkat deteksi dini kanker serviks hasil inovasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Komputer.
Menutup sambutannya Rektor menyatakan siap untuk bersama-sama membangun dan memajukan Kabupaten Ogan Ilir di berbagai aspek baik aspek pendidikan maupun kesehatan. Untuk aspek kesehatan, UNSRI juga siap untuk bermitra termasuk di dalamnya yang menjadi prioritas adalah mengatasi masalah stunting.
Sementara itu, Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor UNSRI atas inisiasinya minimal 50% kegiatan PKM dosen harus diarahkan ke Kabupaten Ogan Ilir.
“Sebelumnya saya sebagai Bupati Ogan Ilir mengucapkan terima kasih yang utama kepada Bapak Rektor atas inisiasinya, apalagi hampir nanti 50% jumlah pengabdiannya dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir. Saya rasa itu juga kabar baik untuk Ogan Ilir.
Saya hadir disini tadi sebenarnya bukan hanya sebagai bupati namun saya sebagai salah satu mahasiswa yang sedang belajar di Universitas Sriwijaya. Jadi kalau Rektornya datang tidak mungkin mahasiswanya tidak datang di Desa Kota Daro II ini sekaligus juga bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Kota Daro II. Sekali kami ucapkan terimakasih kepada UNSRI, semoga kedepan lebih berdampak dan dapat kita lihat hasil yang sudah kita kerjakan pada hari ini,” Ujarnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Desa dalam Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting” ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, yakni para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, para Dekan dan Wakil Dekan, Direktur, serta Tim PKM Penugasan Tahun 2025. Selain itu dihadiri juga oleh Anggota DPRD Kab Ogan Ilir, Perwakilan Kajari OI, Perangkat Daerah Kabupaten OI, Ketua Baznas OI, Camat Rantau Panjang, dan para Kepala Desa Kecamatan Rantau Panjang. (Ara_Humas)