>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


UNSRI dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera kampanyekan Pencegahan Karhutla

Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera menyelenggarakan acara penanaman pohon dan kampanye pencegahan karhutla dengan mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Karhutla” yang digelar di Taman Firdaus UNSRI Kampus Indralaya, Jum'at (28/11/2025).
Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirasi dan Teknologi Informasi , Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes., Direktur Direktorat Kemahasiswaan, Direktur Direktorat Akademik, para Wakil Dekan I, para Dosen dan Mahasiswa dari berbagai fakultas di UNSRI.

Dalam sambutannya Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes. mengingatkan potensi bencana di Republik Indonesia, “Untuk adik-adik ketahui bahwa seluruh pulau di Indonesia ini katanya berdasarkan data menurun di bawah permukaan laut sekitar 10 sampai 15 cm dalam 10 tahun. Artinya kalau kita tidak waspada mungkin 100 tahun lagi Indonesia hilang, karena akan berada di bawah permukaan air laut. Sehingga menjaga lingkungan merupakan kewajiban kita,” ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang pentingnya menjaga lingkungan demi masa depan generasi selanjutnya. "Harus kita ingat bahwa lingkungan ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mengurangi efeknya yang merugikan kita atau anak cucu kita di kemudian hari,” tuturnya. 

Ia berpesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri untuk membawa perubaahan yang lebih baik. “Perlu kita tanamkan di dalam diri kita masing-masing sehingga kita menjaga lingkungan terkecil di lingkungan kita, mungkin terlhat pekerjaan yang kecil tapi memberikan dampak besar buat kesejahteraan lingkungan kita di kemudian hari dan di masa depan. Dengan kita menjaga lingkungan kita saat ini, macam-macam permasalahan lingkungan seperti sampah, kebakaran hutan, dan lain-lain, itu semua akan memberikan kesejahteraan di masa depan bagi anak cucu kita dan bagi diri kita sendiri sehingga lingkungan baik, lingkungan sejahtera, kesehatan semakin terjaga,” tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, S.Hut., M.P. memberikan sambutan sekaligus membuka acara ini  menyampaikan bahwa kebakaran hutan masih menjadi persoalan besar di berbagai negara di dunia, “perlu kita pahami bersama bahwa kebakaran sampai dengan saat ini adalah menjadi isu global jadi ketika kita ngomong kebakaran kita bukan hanya ngomong lokal Rokan Hilir atau lokal Rokan Komering Hilir kita ngomong seluruh dunia di tahun 2024 saja hampir seluruh dunia ini ada kebakarannya, Kanada, California itu setiap tahun Jepang jelas pasti dia setiap tahun terbakar juga Korea juga terbakar Amerika apalagi dan ini menjadi permasalahan global,” ungkapnya. 

Selain itu ia juga memaparkan dampak dari kebakaran hutan yang berbahaya bagi lingkungan, “semua kebakaran ini menyumbang emisi hasil dari kebakaran hutan dan lahan terutama di gambut itu berdampak pada perubahan iklim, kebakaran menyebabkan emisi, emisi menyebabkan terjebaknya efek gas rumah kaca, kemudian menjadi perubahan iklim. Perubahan iklim itu menjadi kenaikan suhu naik lagi menjadi kebakaran hutan dan lahan dan hal ini menjadi lingkaran setan yang berbahaya,” jelasnya.

Sebagai penutup ia mengutarakan harapannya terkait kerjasama dengan Universitas Sriwijaya dalam bidang akademik maupun penelitian, “Kami berharap nantinya kita bisa bekerjasama dan kami sangat terbuka bagi adik-adik mahasiswa untuk berkontribusi misalnya melalui kegiatan KKN atau dalam bidang lain seperti penelitian dan pengembangan,” tutupnya. (GR-Humas)


×