>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNSRI Pelajari Komunikasi Bencana Lewat Kunjungan Edukatif ke BPBD Sumsel

Sebanyak 240 mahasiswa dari ProgramStudi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosiologi dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya (FISIP UNSRI) melakukan kunjungan lapangan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan. Pada Selasa (30/9/2025)

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendalaman materi Mata Kuliah Komunikasi Bencana yang bertujuan memberikan pemahaman dan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai tata kelola penanggulangan bencana di tingkat daerah. Kunjungan berlangsung dalam dua kloter yaitu, pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2025 guna memastikan seluruh mahasiswa dapat mendapatkan kesempatan belajar yang optimal. 

Selama kegiatan, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, antara lain peran Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi), mekanisme komunikasi darurat, koordinasi antar instansi, serta strategi edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Koordinator Mata Kuliah Komunikasi Bencana, Harry Yogsunandar, bersama tim nya, Galih Priambodo, Rezky Marvi, Deny Febrian, dan Ririn Jamiah menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik di lapangan.

“Mahasiswa tidakhanya belajar konsep komunikasi bencana di kelas, tetapi juga melihat bagaimana proses tersebut berjalan nyata di instansi pemerintah. Hal ini memperkuat pemahaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadapisukebencanaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan M. Iqbal Alisyahbana, S.STP, MM., didampingi oleh Sekretaris Pelaksana BPBD Aksoni, SE, MM., dan Kasub Program Ujang Alnema, SKM, MAP., menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. “Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa. Edukasi kebencanaan harus dimulai sejak dini agar generasi muda menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat tangguh bencana,” katanya. 

Melalui kunjungan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami secara praktis tentang komunikasi bencana, mampu mengidentifikasi tantangan lapangan, dan menyiapkan diri menjadi komunikator yang andal di bidang kebencanaan. (Rilis FISIP/ Ara_Humas)


×