UNSRI Dorong Akselerasi Produk Inovasi Menuju Hilirisasi dan Komersialisasi
17 Oct 2025
Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada Tridharma Perguruan Tinggi. UNSRI secara konsisten mendorong upaya transformasi hasil riset dan inovasi agar memiliki dampak yang signifikan bagi pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian langkah strategis harus diambil untuk mempercepat proses hilirisasi dan komersialisasi temuan-temuan unggulan para dosen.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UNSRI menyelenggarakan sosialisasi “Akselerasi Produk Inovasi Menuju Hilirisasi dan Komersialisasi” bertempat di Ruang Prof. Djuani Mukti, Kampus UNSRI Palembang, Kamis, (16/10/2025)
Acara secara resmi dibuka oleh Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya luaran riset yang tidak hanya berhenti pada publikasi di jurnal ilmiah, tetapi harus didorong hingga tahap hilirisasi dan komersialisasi. Hal ini penting untuk menghasilkan nilai ekonomi dari sebuah produk inovasi dan pada gilirannya dapat meningkatkan income generating bagi UNSRI.
"Kita tidak ingin berhenti hanya pada publikasi hasil riset dan inovasi. Harapan kita adalah bagaimana hasil-hasil tersebut bisa berlanjut pada proses hilirisasi dan pada akhirnya masuk ke tahap komersialisasi. Yang terpenting, produk inovasi itu dapat diterima oleh pasar dan memiliki nilai ekonomi,” Ujar Rektor.
Ia juga menegaskan bahwa sejalan dengan status UNSRI sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) ke-24 di Indonesia, UNSRI kini dituntut untuk lebih mandiri, baik dari aspek akademik maupun keuangan.
"Terkait dengan kemandirian aspek keuangan ini kita dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi sehingga akan tercipta dari aspek intensifikasi pendapatan, artinya potensi yang ada itu kita tingkatkan kemudian juga diversifikasi pendapatan. Salah satunya melalui pengembangan produk-produk inovatif yang bernilai ekonomi. Harapannya, produk yang dihasilkan dapat menjadi alternatif yang lebih murah dan lebih bermanfaat dibandingkan produk serupa yang sudah ada. Itu harapan kita dan pada akhirnya mudah-mudahan menjadi sumber pendapatan bagi UNSRI untuk membawa universitas sriwijaya dari aspek kemandirian keuangan itu bisa lebih baik," lanjutnya.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Narasumber Ir. Ahdiar atas kolaborasi dan dukungan dalam upaya mendorong hilirisasi dan komersialisasi inovasi di lingkungan UNSRI.
“Terima kasih kepada Bapak Ahdiar yang telah bersama-sama dengan kami membahas strategi hilirisasi dan komersialisasi. Semoga niat baik Universitas Sriwijaya dalam memperkuat inovasi menuju kemandirian dapat terwujud dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Inovasi dan Hilirisasi, Prof. Ir. Siti Nurmaini, MT., PhD, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 59 peserta yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UNSRI. "Diharapkan sosialisasi ini dapat membuka wawasan dan menjawab berbagai pertanyaan para dosen UNSRI mengenai proses hilirisasi produk inovasi," Ujar Prof Siti Nurmaini.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber pakar, Ir. Ahdiar Ramadoni, MBA, Senior Advisor Transfer Teknologi dari Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Adapun materi yang disampaikan berfokus pada Hilirisasi Inovasi dan Komersialisasi, dengan memberikan contoh-contoh yang sangat komprehensif mengenai langkah-langkah dan program yang telah berhasil dilakukan oleh ITB dalam mendorong hilirisasi dan komersialisasi.
Melalui kegiatan ini UNSRI menegaskan kembali komitmennya bahwa inovasi merupakan denyut nadi kemajuan akademik dan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
Akselerasi hilirisasi dan komersialisasi, hasil-hasil penelitian dan penemuan tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi solusi konkret, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta mendorong kemandirian bangsa. UNSRI percaya bahwa inovasi dan hilirisasi adalah kunci untuk mentransformasi potensi akademik menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan dan relevan. (Rilis DIH/Ara_Humas)