>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


LPPM UNSRI Gelar Ekspo Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar Ekspo Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) yang diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 4 - 5 Desember 2025 di Auditorium UNSRI Kampus Indralaya. Kegiatan ini menjadi ajang tahunan untuk memamerkan berbagai inovasi, temuan penelitian, serta program pengabdian masyarakat yang telah dikembangkan oleh para peneliti dan dosen UNSRI.

Ekspo dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM UNSRI, Prof. Dr. Ir. M. Said, M.Sc. Dalam sambutannya, Prof. Said menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, reviewer monitoring dan evaluasi penelitian dan PPM, serta seluruh panitia yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan acara.

Prof. Said menegaskan bahwa ekspo ini diselenggarakan untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan publikasi artikel jurnal internasional bereputasi khususnya Q1 dan Q2. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian, pengabdian, dan publikasi.

“Kegiatan penelitian dan PPM dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo terutama meningkatkan nilai tambah produk di dalam negeri melalui proses hilirisasi dan industrialisasi.  Adapun fokus penelitian yang telah dilakukan pada bidang pangan, energi, air bersih, Kesehatan, material maju dan teknologi informa,” Ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Said menjelaskan bahwa pemanfaatan hasil penelitian sangat penting dalam pengembangan sains, teknologi, seni, dan inovasi. Sementara itu, hasil PPM diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat, mendukung pengembangan produk lokal, dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan industri. Kolaborasi tersebut diawali dengan kunjungan ke industry guna mengetahui permasalahan yang ada di industry dan mencari solusi melalui riset dan pengembangan. Peralatan yang ada di Industri dapat digunakan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan menghasilkan produk. Riset dengan industry dapat dilakukan dua arah, yaitu: industri yang menawarkan rencana penelitian atau peneliti yang mengajukan proposal.

Penelitian UNSRI dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari riset dasar, riset terapan, riset inovasi, hingga hilirisasi, sesuai dengan roadmap penelitian sejalan dengan peningkatan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT). Percepatan hilirisasi dapat dilakukan melalui Kerjasama dengan industry. 

Prof. Said mencontohkan bahwa pengembangan produk dengan berbagai aplikasi dengan menaikkan nilai tambah bila dibandingkan dengan produk intermediate, misalnya produk dari bahan baku karet menghasilkan sarung tangan dan ban sebagai produk substitusi impor untuk mengurangi ketergantungan produk impor.

“Penelitian yang berdampak adalah penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat, sebagai solusi permasalahan di masyarakat, pengembangan produk daerah dan peningkatan perekonomian di Masyarakat,” pungkasnya.

Ekspo dua hari ini menampilkan berbagai produk inovasi dari sejumlah fakultas dan pusat studi di UNSRI. Para pengunjung, termasuk mahasiswa, akademisi, mitra industri, dan masyarakat umum, berkesempatan melihat langsung hasil riset yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk kepentingan masyarakat dan dunia industri.

Adapun skema penelitian tahun 2025 ini berjumlah 465 terdiri dari Tenaga Fungsional Kependidikan sebanyak 10 judul, Dosen Pemula 213 judul, Kompetitif 180 judul, Profesi 52 judul, Terapan 8 judul, dan Kerjasama Internasional 2 judul.

Sedangkan skema Pengabdian Kepada Masyarakat berjumlah 461 yang terdiri dari: Pengabdian Berbasis Masyarakat sebanyak 388 judul, Pengabdian Berbasis Wilayah yaitu 43 judul, Pengabdian Berbasis Kewirausahaan yaitu 23 judul, dan Pengabdian Penunjukan yaitu 7 judul. (Ara_Humas)


×