Tingkatkan Program Internalisasi, UNSRI Gelar Sosialisasi Pengelolaan Aktivitas Internasionalisasi Perguruan Tinggi
11 Dec 2025
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Aktivitas Internasionalisasi Perguruan Tinggi. Acara ini diselenggarakan di Ruang Rapat Lt. II Gedung Rektorat Kampus UNSRI Indralaya, Kamis (11/12/2025).
Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Alumni Prof. Dr.Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, MT. dan dihadiri pemateri dari Kepala Kantor Hubungan Luar Negeri Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr.Ir. Listiari Hendraningsih, M.P.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, MT. menyampaikan bahwa untuk menjadi World Class University, ada empat elemen dasar yang penting yakni learning, employability, research, dan internationalization.
Ia menerangkan dalam unsur internationalization ini, salah satu program yang dibuat UNSRI adalah pertukaran pelajar. UNSRI telah menerima mahasiswa asing dari berbagai Negara, program ini bertujuan untuk peningkatan peringkat universitas di level ASEAN/ASIA, serta Implementasi kurikulum Internasionalisasi.
“Untuk menjadi World Class University, ada beberapa hal yang harus kita penuhi, salah satu unsur tersebut adalah Internasionalisasi. Di Universitas Sriwijaya, bidang ini dikelola oleh subdirektorat Internasionalisasi, yang mengurusi beberapa hal, salah satunya adalah pertukaran mahasiswa dan dosen,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr.Ir. Listiari Hendraningsih, M.P., memaparkan materi tentang Internationalization Program. Ia menyampaikan beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam penerimaan mahasiswa asing, mulai dari persyaratan administrasi hingga fasilitas yang disediakan untuk calon mahasiswa asing yang akan belajar. Ia juga menyoroti website kampus yang berperan besar untuk media iklan bagi calon mahasiswa asing.
“Website adalah gerbang pertama bagi mereka calon mahasiswa asing, website harus dibuat supaya mudah dipahami oleh semua orang, termasuk yang tidak bisa berbahasa Indonesia,” pungkasnya. (GR-Humas)