Wisuda ke-182, Menko IPK AHY Berikan Motivasi Kepada Alumni UNSRI
12 Feb 2026
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. memberikan orasi motivasi kepada ribuan alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) dalam Upacara Wisuda ke-181 yang berlangsung di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (11/2/2026).
Pada periode ini, UNSRI mewisuda 1.588 lulusan, diantaranya berpredikat Dengan Pujian sebanyak 718 orang. Wisuda kali ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2026 sebanyak 679 orang dan sesi 2 pada tanggal 12 Februari 2026 sebanyak 909 orang.
Para wisudawan-wisudawati yang dilantik berasal dari berbagai fakultas di UNSRI yang terdiri atas Fakultas Ekonomi 101 orang berpredikat dengan pujian 9 orang. Fakultas Hukum 22 orang, Fakultas Teknik 211 orang berpredikat dengan pujian 22 orang, Fakultas Kedokteran 342 orang berpredikat dengan pujian 161 orang, Fakultas Pertanian 129 orang berpredikat dengan pujian 87 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 266 orang berpredikat dengan pujian 170 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 230 orang berpredikat dengan pujian 123 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 60 orang berpredikat dengan pujian 19 orang, Fakultas Ilmu Komputer 169 orang berpredikat dengan pujian 106 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 51 orang berpredikat dengan pujian 17 orang, dan Program Pascasarjana 7 orang berpredikat dengan pujian 4 orang.
Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. yang hadir memberikan orasi motivasi pada upacara wisuda ke 182 Sesi 1 ini.
"Wisuda kali ini terasa istimewa karena telah hadir di tengah kita bapak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. terimakasih atas kehadirannya di tengah-tengah kita di Kampus UNSRI Indralaya, " Ucap Rektor.
Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua atau wali alumni yang telah berhasil menuntaskan salah satu kewajibannya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Ucapan selamat juga disampaikan Rektor kepada para wisudawan dan wisudawati atas keberhasilannya menggapai gelar akademik yang diidamkan. Menurutnya tidak ada suatu pemberian yang lebih utama kepada anak-anaknya selain pendidikan yang baik.
“Kami mendoakan semoga jerih payah Bapak dan Ibu mendidik anak-anaknya sehingga pada hari ini bisa di wisuda mudah-mudahan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Ucapan selamat kami sampaikan juga kepada anak - anak kami, saudara – saudara kami para alumni baru yang diwisuda pada hari ini, selamat atas keberhasilannya menggapai gelar akademik yang sangat diidam-idamkan selama ini. Seiring doa semoga gelar dan ilmu yang diperoleh dibekahi Allah SWT sehingga bisa membawa manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang banyak. Kami mendoakan semoga keberhasilan hari ini menjadi awal untuk menggapai keberhasilan-keberhasilan selanjutnya di masa yang akan datang,” ucap Rektor.
Prof. Taufiq berpesan agar para alumni selalu menjaga nama baik UNSRI, menjunjung tinggi kejujuran, amanah, menjaga etika, serta moral. Ia juga mengajak para alumni untuk selalu menghormati orang tua dan mencintai sesama agar sukses di manapun para alumni berkiprah.
Pada wisuda kali ini ada sebanyak 4 alumni penerima beasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikannya antara lain penerima beasiswa dari Bank Indonesia 1 orang, Bank Central Indonesia 1 orang, Karya Salemba Empat 1 orang, dan APJS (PUSRI) 1 orang.
Dalam prosesi wisuda, dilakukan juga pemberian piagam penghargaan kepada mahasiswa Luaran Prestasi Akademik dan yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan di Universitas Sriwijaya.
Dalam orasi motivasinya, AHY menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang diraih melalui kerja keras dan perjuangan panjang. Ia juga mengajak seluruh wisudawan/i memberikan apresiasi kepada para orang tua atas doa dan pengorbanan yang telah diberikan.
“Saya melihat senyum bahagia karena juga tentunya menjadi sebuah rasa syukur terhadap segala karunia Allah SWT. Dari banyak rasa syukur yang harus kita ekspresikan setiap saat kepada Tuhan diantaranya adalah bersyukur karena kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sekali lagi selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dan juga selamat kepada orang tua, keluarga yang telah memberikan segalanya,” ucap AHY.
Lebih lanjut, AHY memaparkan tiga pokok utama dalam orasinya, yakni tren global, peluang dan tantangannya, serta pentingnya membangun bangsa dengan optimisme.
Ia menyoroti berbagai dinamika global seperti krisis iklim, disrupsi teknologi termasuk artificial intelligence, urbanisasi, kelangkaan sumber daya, hingga ketegangan geopolitik yang berdampak pada perekonomian dunia.
“Oleh karena itu kita semua harus waspada. geopolitik dan perang kerap terjadi dan ini juga akan terus mengguncang ekonomi dunia termasuk dampaknya terhadap Indonesia dan kawasan di Asia Tenggara. Oleh karena itu kita juga harus selalu bertanya dan mawas diri apakah Indonesia bisa survive menghadapi ketidakpastian global. Jawabannya, apakah kita bisa? Harus bisa.
Kitalah yang bertanggung jawab untuk meyakinkan Indonesia bukan hanya tetap exist tapi justru bisa menjadi pemenang di abad ke-21 ini. Kita harus bisa melihat peluang dan tantangan yang terbuka lebar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa beradaptasi. Dan harus menjawab itu semua dengan sebuah optimisme. Optimisme yang realistis, realistic optimism,” ujar AHY.
AHY juga menekankan bahwa aset terbesar bangsa Indonesia bukan semata sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia. Dengan jumlah penduduk muda yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi bangsa unggul apabila mampu meningkatkan kualitas human capital melalui pendidikan, integritas, dan karakter yang kuat.
Sebagai Menko yang membidangi infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, AHY ingin memastikan dan mendorong agar pembangunan infrastruktur itu bukan hanya terkait beton, baja ataupun aspal. Ia ingin memastikan setiap proyek infrastruktur termasuk konektivitas yang menghubungkan antar wilayah benar-benar dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Untuk meningkatkan kualitas SDM, sektor pendidikannya, sektor kesehatan termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. “No man, no region, no generation is left behind,” ujarnya.
Ia juga mengajak para alumni untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, mempersiapkan diri dengan kompetensi dan integritas, serta tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, setiap tantangan dapat menjadi peluang apabila dihadapi dengan keberanian dan kesiapan.
Mengakhiri orasinya, AHY menyampaikan pesan inspiratif, “The world may be unstable, the future may be unclear, but optimism gives direction, courage, and strength,” tuupnya. (Ara_Humas)