>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


UNSRI Bersama Polda Sumsel Siapkan Pusat Studi Kepolisian

Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik penegakan hukum, Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melakukan pertemuan guna mempersiapkan kerja sama pendirian Police Study Centre atau Pusat Studi Kepolisian. Pertemuan berlangsung di Polda Sumsel, Jum’at (6/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan respon terhadap kompleksitas tantangan penegakan hukum di era modern. Dengan menggabungkan keunggulan akademik UNSRI dan pengalaman operasional Polda Sumsel, pusat studi ini diharapkan menjadi model nasional bagi kolaborasi perguruan tinggi dan kepolisian.

Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam menjembatani teori akademik dengan praktik kepolisian di lapangan. 

“Ini merupakan jembatan antara dunia ilmu pengetahuan dan tugas di lapangan. Kami ingin penegakan hukum didukung oleh riset yang kuat dan perspektif hukum yang mutakhir,” ujar Prof Radiyati.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Sumsel, Sudrajad Hariwibowo menjelaskan bahwa Pusat Studi Kepolisian akan menjadi wadah riset dan kajian akademik yang tidak hanya meningkatkan kapasitas personel kepolisian, tetapi juga memperkuat kesadaran hukum masyarakat. 

“Pendidikan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme. Pusat ini harus mampu melahirkan gagasan baru yang bermanfaat bagi polisi dan Masyarakat,” jelasnya.

Adapun tujuan utama perjanjian ini membangun kolaborasi strategis dalam pengembangan riset, kajian, dan inovasi di bidang ilmu kepolisian di lingkungan Universitas Sriwijaya.

Pendirian pusat studi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi dirancang sebagai pusat inovasi dan pendidikan yang fungsional, dengan fokus utama: sinergi akademik yaitu pembentukan pusat studi Kepolisian sebagai wadah pengembangan ilmu. Selain itu, riset kolaboratif yakni pelaksanaan penelitian bersama terkait tantangan modern, seperti kejahatan siber, konflik sosial, dan pemolisian berbasis masyarakat.

Sebagai informasi, pusat studi ini direncanakan mulai menjalankan programnya dalam beberapa bulan ke depan antara lain, seminar bersama, pengembangan kurikulum khusus, kegiatan riset terapan, dan forum diskusi lintas sektor.

Ke depannya, Police Study Centre akan berfungsi sebagai think tank yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan aparat kepolisian untuk merumuskan solusi nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. (Rilis DKIA/Ara_Humas)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
×