>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno Goes to Campus di UNSRI, “Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim”

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan goes to campus ke Universitas Sriwijaya (UNSRI) dalam rangka Seminar Kebangsaan bertema “Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim”. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Aula Fakultas Ekonomi UNSRI Indralaya, Kamis (26/2/2026), dan dihadiri ratusan mahasiswa.

Dalam paparannya, Eddy Soeparno menerangkan tentang target pertumbuhan ekonomi tinggi dan urgensi transisi energi. Ia mengatakan Pemerintah Prabowo – Gibran memiliki target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Akibatnya? Permintaan energi akan meningkat.

“Untuk mempersiapkan permintaan ini, Indonesia harus meningkatkan pasokan energi namun tetap memperhatikan isu-isu lingkungan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut, tentu kita memiliki berbagai kebutuhan. Salah satu kebutuhan yang paling penting untuk pertumbuhan ekonomi adalah hadirnya energi. Energi itu bisa dalam bentuk apa saja. Bisa dalam bentuk yang jelas listrik. Energi yang kemudian menerangi, yaitu lampu. Ada juga energi yang menunjuk mobilitas, yaitu bahan bakar untuk kendaraan kita, sepeda motor, mobil, kendaraan publik, pesawat terbang, maupun kapal laut,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Ia juga menyoroti urgensi transisi energi sebagai langkah konkret menghadapi tantangan perubahan iklim. Dijelaskannya, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang sangat besar, sampai dengan 3.700 GW, Dimana potensi energi solar (matahari) paling besar yaitu 3.300 GW, disamping panas bumi, air, angin, arus laut, dan lain-lain. 

“Indonesia juga memiliki sumber – sumber energi fosil yang melimpah, khususnya batubara dan migas. Ditengah melimpahnya sumber energi di dalam negeri, kebutuhan energi nasional ternyata masih bergantung pada impor khususnya BBM dan LPG,” jelasnya.

Namun menurutnya, upaya tersebut memerlukan dukungan regulasi yang kuat serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Kami berdiskusi, berdialog dengan kampus, karena apapun yang dilakukan oleh kampus di dasarkan pada data, fakta, dan informasi yang kurang lebih akurat sehingga outputnya pun bisa dipertanggung jawabkan. Dalam hal ini saya mengajak teman-teman kampus Universitas Sriwijaya untuk ikut berkontribusi pemikiran. Itu yang paling penting. 

Saya melihat kampus itu sebagai salah satu tempat di mana kita bisa melakukan kolaborasi dan MPR adalah rumah kolaborasi. Oleh karena itu, saya sangat berharap bahwa ke depannya, pemikiran-pemikiran dari Universitas Sriwijaya dalam rangka untuk menambahkan transisi energi dan mengurangi dampak dari transisi bisa kita kerjakan bersama-sama,” tuturnya.

Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. menyambut baik kehadiran Wakil Ketua MPR RI tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk berdialog langsung dengan Wakil Ketua MPR RI.

“Kami menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas kehadiran Wakil Ketua MPR RI, suatu kehormatan bagi Universitas Sriwijaya dihadiri oleh pimpinan MPR RI, mudah-mudahan kegiatan ini menambah pemahaman dan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa kami,” ujar Rektor.

Kegiatan seminar kebangsaan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab disambut antusias oleh mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar kebijakan energi nasional, dampak perubahan iklim terhadap perekonomian, transisi tanpa merusak ekosistem yang ada, upaya mempercepat transisi, serta peran kampus dalam riset dan inovasi energi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Sekeretaris Universitas, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Direktur Direktorat di lingkungan UNSRI, Staf Ahli Gubernur Sumsel dan jajaran MPR RI. (Ara_Humas)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
×