FK UNSRI Jajaki Kolaborasi Riset dan Akademik dengan Leiden University Medical Centre
05 Mar 2026
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Leiden University Medical Centre. Pertemuan perdana antara kedua institusi digelar secara hybrid pada Selasa (3/3/2026) sebagai langkah awal membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian kedokteran.
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pimpinan serta akademisi dari kedua institusi untuk membahas potensi kerja sama riset, pengembangan jaringan global, hingga rencana kolaborasi jangka panjang. Pertemuan virtual ini dibuka oleh Direktur Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Ir. Filli Pratama, M.Sc (Hons), Ph.D.
Dalam sesi pemaparan, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR, M.Kes., mempresentasikan profil Universitas Sriwijaya serta berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama LUMC.
Prof Radiyati menawarkan sejumlah inisiatif kolaborasi, di antaranya penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa (student exchange) baik inbound maupun outbound, hingga peluang pelatihan bagi peneliti muda UNSRI di LUMC. Ia juga menanyakan kemungkinan pengembangan riset spesifik di bidang stem cell yang dinilai memiliki prospek besar dalam inovasi medis.
Sementara itu, Lead LUMC Global, Suze Kruisheer, MA, memaparkan profil Leiden University Medical Centre serta berbagai kolaborasi akademik dan penelitian yang telah dilakukan dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Diskusi kemudian dipandu Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, Sp.M. bersama Suze Kruisheer dan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari para akademisi UNSRI. Dr. Ayeshah, Ph.D. menanyakan ketersediaan kontak peneliti di LUMC apabila terdapat peluang riset bersama serta kemungkinan eksplorasi kerja sama di berbagai bidang penelitian lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Ramzi Amin juga menanyakan peluang riset di bidang mata, semenatra Mutia Nadra turut menanyakan peluang program pre-doktoral di LUMC bagi civitas akademika.
Menutup sesi diskusi, Najmah, S.K.M., M.P.H., Ph.D., yang hadir secara langsung di LUMC, berharap Suze Kruisheer dapat menjadi penghubung utama bagi kegiatan pre-doktoral maupun joint research antara kedua institusi. Menanggapi hal tersebut, Suze menjelaskan bahwa LUMC telah memiliki sejumlah proyek penelitian di Indonesia, termasuk penelitian kanker serviks, sehingga diharapkan dapat mempermudah koneksi antara peneliti UNSRI dan pakar di LUMC.
Ke depan, pertemuan perdana ini diharapkan menjadi jembatan awal untuk merealisasikan berbagai program kerja sama antara UNSRI dan LUMC. Prof. Radiyati juga menyampaikan harapannya agar inisiatif riset antara FK UNSRI dan LUMC dapat semakin terkoneksi secara nyata, serta membuka peluang bagi delegasi FK UNSRI untuk dapat berkunjung dan bersilaturahmi secara langsung ke LUMC guna menjalin kerja sama lebih lanjut.
Kegiatan ditutup oleh Abu Kosim, SE, MM (Ak) yang berharap kegiatan membangun kepercayaan ini menjadi pembuka peluang-peluang kedepan untuk dosen dan mahasiswa UNSRI menuju UNSRI Global. Melalui langkah proaktif ini, diharapkan terbangun fondasi kolaborasi yang berkelanjutan untuk memajukan pendidikan serta inovasi kesehatan di tingkat global dan mendukung visi UNSRI menuju World Class University. (Rilis DKIA/ Ara_Humas)