UNSRI Gelar Kegiatan Penguatan Riset dan Publikasi Internasional, Hadirkan Akademisi Malaysia
18 Apr 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan penguatan riset dan publikasi internasional yang dihadiri ratusan dosen, baik secara luring maupun daring yang diselenggarakan di Ruang Djuaini Mukti Lembaga Bahasa UNSRI Palembang, Jum'at (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis universitas dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta jejaring kolaborasi global.
Dalam sambutannya, perwakilan wakil ketua LPPM UNSRI, Prof. Dr. Yuanita Windusari, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 110 dosen secara langsung, serta peserta lain yang bergabung melalui platform daring. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkuat kualitas industri, komunikasi digital, serta reputasi akademik institusi.
“Kegiatan ini merupakan jembatan untuk meningkatkan kualitas industri dan komunikasi digital reputasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional serta memperluas jejaring global,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta dapat memperoleh wawasan baru serta pencerahan terkait pengembangan riset dan publikasi, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja akademik di lingkungan UNSRI.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes., selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi, hilirisasi, dan kontribusi nyata dari hasil penelitian perguruan tinggi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan arah kebijakan nasional, khususnya dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia, sains, dan teknologi sebagaimana tertuang dalam agenda strategis Presiden RI.
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia adalah rendahnya tingkat hilirisasi hasil riset. Banyak penelitian masih berhenti pada tahap prototipe dan belum mampu masuk ke tahap produksi atau komersialisasi.
“Permasalahan kita adalah riset baru sampai pada level teknologi 3-4, belum sampai ke tahap industrialisasi. Oleh karena itu, kolaborasi lintas disiplin dan lintas fakultas menjadi sangat penting,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya publikasi pada jurnal internasional bereputasi serta peningkatan kolaborasi riset dengan mitra global. Target luaran penelitian kini diarahkan pada publikasi internasional, khususnya pada jurnal bereputasi tinggi, sebagai bagian dari indikator kinerja utama perguruan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir akademisi dari Malaysia, Prof. Datuk Ir. Ts. Dr. Ahmad Fauzi Ismail, FASc., yang menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Fauzi menekankan bahwa langkah awal dalam membangun kolaborasi riset adalah melalui hubungan interpersonal yang baik.
Ia menggarisbawahi bahwa penelitian tidak seharusnya hanya berorientasi pada kepentingan individu atau institusi, melainkan harus memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Penelitian harus dimulai dari niat baik. Jika dimulai dengan niat yang baik, maka hasil yang diperoleh juga akan membawa kebaikan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi strategis terkait peningkatan kualitas publikasi, pemilihan jurnal bereputasi, serta peluang kolaborasi internasional, termasuk dengan institusi di Malaysia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UNSRI berharap dapat mendorong dosen untuk lebih aktif dalam menghasilkan riset berkualitas, meningkatkan publikasi internasional, serta memperluas kolaborasi global yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Haris_Mg6)