UNSRI Perkuat Daya Saing Alumni Lewat Program EQUITY LPDP
18 Apr 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing lulusannya diberbagai sektor. Salah satu langkah nyata dilakukan lewat forum diskusi lintas disiplin bertajuk “FGD Bincang Sore Bersama HRD dan Alumni” yang digelar di Meeting Room Hotel Aston, Batam, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pimpinan universitas, alumni, serta praktisi Human Resource Development (HRD) dari berbagai sektor industry untuk merumuskan strategi sinkronisasi kompetensi lulusan dari seluruh fakultas dan jurusan.
Dekan Fakultas Teknik, Dr. Bhakti Yudho Suprapto, S.T., M.T sebagai salah satu pembuka diskusi, mengungkapkan bahwa melalui dukungan Program EQUITY, universitas kini lebih gencar mengundang para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memberikan masukan langsung terhadap materi perkuliahan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi bidang teknik seperti energi terbarukan dan kecerdasan buatan (AI), tetapi juga merambah ke bidang sosial, hukum, dan manajemen. Program Equity LPDP yang menjadi katalisator bagi seluruh fakultas untuk memperbarui kurikulum mereka agar lebih adaptif terhadap kebutuhan praktis di dunia kerja.
Dalam diskusi tersebut, para praktisi HRD, menekankan perspektif berharga yang berlaku bagi lulusan dari semua jurusan. Mereka menegaskan bahwa di era sekarang, perusahaan tidak hanya mencari kandidat berdasarkan latar belakang program studi, melainkan pada karakter dan soft skill yang kuat.
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh para HRD tersebut diantaranya adalah bahasa sebagai standar global. Kemampuan bahasa Inggris kini menjadi penyaring utama sejak tahap wawancara untuk semua posisi, dari manufaktur hingga manajemen. Di beberapa sektor, penguasaan bahasa Mandarin dan Jepang bahkan menjadi nilai tambah yang sangat krusial.
HRD menyoroti adanya kecenderungan lulusan baru (Gen-Z) yang cepat menyerah jika kondisi kerja tidak sesuai kenyamanan mereka. Alumni diharapkan memiliki komitmen kuat dan integritas dalam menjalankan kontrak kerja.
Selain itu, lulusan dari berbagai jurusan seringkali dinilai kurang aktif dan kurang berani mengambil keputusan. Oleh karena itu, universitas didorong untuk memperbanyak tugas-tugas yang memacu jiwa kepemimpinan (leadership) dan kepercayaan diri (self-confidence).
Kesenjangan antara teori di kelas dan praktik di lapangan menjadi sorotan tajam. Forum ini menyepakati bahwa program magang industri memiliki andil yang sangat besar dalam membentuk mentalitas kerja alumni. Selain itu, para praktisi merekomendasikan agar materi perkuliahan di seluruh fakultas mulai merujuk pada standar ISO agar lulusan memiliki sertifikasi yang diakui secara internasional. Sertifikasi kompetensi melalui BNSP juga akan diperluas tidak hanya pada bidang teknis, tetapi juga pada bidang manajemen, hukum, dan keselamatan kerja (K3).
Ketua IKA UNSRI Kepri, Heri, bersama pembina IPSM, Aminuddin, menekankan bahwa keberhasilan alumni di perantauan sangat bergantung pada persiapan mental dan kemampuan adaptasi terhadap kebijakan daerah, seperti di Batam.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia industri, UNSRI optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, dan progresif. Program EQUITY LPDP diharapkan menjadi penggerak utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, beretika, dan siap berkontribusi bagi kemajuan industri nasional maupun internasional. (Rilis DKIA/ Humas_UNSRI)