>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


FKM UNSRI dan Dinkes Pagar Alam Perkuat Perencanaan Kesehatan Berbasis Data melalui Workshop dan Rakor

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM UNSRI) bersama Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam terus memperkuat tata kelola perencanaan kesehatan daerah melalui kegiatan workshop dan rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 28–30 April 2026 di Hotel Orchid Dempo, Kota Pagar Alam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan sejak 2019 yang diinisiasi Kementerian Kesehatan melalui Biro Perencanaan dan Anggaran, dengan melibatkan mitra strategis seperti Global Fund, FKM UNSRI, dan Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam. 

Kegiatan pendampingan yang dikemas dalam bentuk workshop dan rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat perencanaan program kesehatan berbasis data, terintegrasi dengan kebijakan nasional, serta mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan perencanaan yang lebih efektif, akuntabel, dan berdampak langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Workshop ini diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari berbagai unsur, yaitu Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam, Tim Perencanaan Lokus Kota Pagar Alam, Bappeda Kota Pagar Alam, Kepala UPTD Puskesmas, RSUD, serta UPTD Laboratorium Kesehatan.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Fatmalina Febri, S.KM., M.Si., dengan anggota tim Siti Halimatul Munawarah, S.K.M., M.KM., Dindi Paizer, M.Kes., dan Trie Mienilawati, SE. Workshop ini menghadirkan empat narasumber utama yang berfokus pada perencanaan program kesehatan, sinkronisasi program pusat dan daerah, penyusunan Renstra dan Renja, serta perencanaan program kesehatan dengan pendekatan Problem Solving Cycle.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam, Desi Elviani, SE., MM., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perencanaan program kesehatan di Dinas Kesehatan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap proses perencanaan yang sistematis, terintegrasi, dan berbasis data. Ia juga menekankan pentingnya memahami kondisi kesehatan masyarakat, fasilitas, sumber daya manusia, isu kesehatan utama berdasarkan urgensi, serta intervensi yang efektif dan terukur.
“Perencanaan program kesehatan harus disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya. 

Sementara itu, Muhammad Mahydin, S.Pt., MM., dari Bidang Perencanaan dan Evaluasi Bappeda Kota Pagar Alam memaparkan materi yang bertajuk "Sinkronisasi Program Kesehatan Pusat dan Daerah Tahun 2027.” 

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa sinkronisasi program kesehatan harus merujuk pada keterkaitan dokumen perencanaan mulai dari RPJPN, RPJMN, RPJMD Provinsi, hingga RPJMD Kota. Ia juga memaparkan kondisi makro daerah Kota Pagar Alam, termasuk kondisi geografis, demografis, pertumbuhan ekonomi, IPM, tingkat kemiskinan, pengangguran, dan isu strategis daerah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Fatmalina Febry, S.KM., M.Si., yang memaparkan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja). Dalam paparannya, ia menjelaskan sistematika penyusunan Renstra berdasarkan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan regulasi terbaru Inmendagri Nomor 2 Tahun 2025. Ia juga menguraikan perubahan struktur Renstra yang sebelumnya terdiri dari delapan bab menjadi lima bab, serta pentingnya kesesuaian dokumen dengan pedoman yang berlaku sebelum disampaikan ke Bappeda untuk diverifikasi.

Pada sesi terakhir, Siti Halimatul Munawarah, S.K.M., M.KM., menjelaskan tentang perencanaan program kesehatan dengan pendekatan Problem Solving Cycle. Dalam paparannya ia menjelaskan bahwa perencanaan merupakan inti manajemen kesehatan yang mengarahkan penggunaan sumber daya secara efektif. Ia juga memaparkan tahapan Problem Solving Cycle mulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, penetapan prioritas, hingga monitoring dan evaluasi. (Rilis FKM/ Ara_Humas)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
×