BPU UNSRI Gelar Bintalsik bagi Calon Peserta OIP dan GIP PT Tanjung Enim Lestari
04 May 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Badan Pengelola Usaha (BPU) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mental dan Fisik (Bintalsik) bagi 19 calon Operator Internship Program (OIP) dan Graduate Internship Program (GIP) PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 4 hingga 13 Mei 2026, bertempat di Kampus UNSRI Palembang.
Manajer Pendidikan dan Pelatihan BPU UNSRI, Ir. Sarino, MSCE selaku Ketua Pelaksana melaporkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan kerjasama antara PT Tel Pulp and Paper dan Badan Pengelola Usaha UNSRI. Bintalsik ini dirancang untuk membekali para peserta dengan kesiapan mental, kedisiplinan, serta kemampuan fisik yang prima sebelum memasuki dunia kerja profesional. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan soft skills seperti komunikasi, integritas, hingga manajemen emosi di lingkungan kerja.
“Kegiatan ini bertujuan membentuk personil yang memiliki ketangguhan tubuh, fisik prima sekaligus karakter, moral, dan kedisiplinan yang kuat, mental stabil, beretika, komunikatif, team work dan professional dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menerangkan selama pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya. Beberapa narasumber dalam kegiatan ini antara lain, Fadhliina Rozzaqyah, S.Pd., M.Pd, Yola Eka Putri, M.Pd., Kons., Dr. Yosef, M.A, Sigit Dwi Sucipto, S.Pd., M.Pd., Siti Khosiyah, S.Psi., M.Psi., Dr. Alrefi, M.Pd., Dr. Ema Yudiani, S.Psi., M.Si., Psikolog, dan Minarsi, M.Pd., Kons. Kegiatan ini juga melibatkan pelatih dari Sriwijaya Binsik yang dipimpin Kapten Arhanud Chandra, bersama tim pelatih lainnya.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan program dan komitmen pelatihan, professional practice dan growth mindset, integritas dan etika kerja, team collaboration, physical readiness, komunikasi asertif, hingga pengelolaan stres dan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance).
Selain sesi kelas, kegiatan ini juga dipadukan dengan berbagai latihan fisik seperti basic fitness, circuit training, endurance exercise, hingga team challenge activity yang dilaksanakan secara terstruktur setiap harinya. Hal ini bertujuan untuk membentuk ketahanan fisik sekaligus membangun kerja sama tim yang solid.
Sementara itu, Prof. Dr. Zulkifli Dahlan, M.Si., DEA dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembinaan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga spiritual, moral, dan sosial. Ia juga menyampaikan bahwa peserta perlu mengembangkan disiplin, kejujuran, serta kemampuan beradaptasi dan toleransi dalam lingkungan kerja yang beragam.
“Jadi di sini nanti dilatih bagaimana berdisiplin dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari dan juga dalam lingkungan kerja. Selain aspek kognitif dan keterampilan, pembinaan akhlak dan moral menjadi fondasi penting agar peserta mampu menjadi pribadi yang profesional dan berintegritas,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Prof Zulkifli juga memberikan apresiasi kepada PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper yang telah mempercayakan kepada BPU UNSRI untuk melaksanakan kegiatan ini.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Senin (4/5/2026) oleh M. Soleh Al Hakim selaku HR Management Manager PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa program Bintalsik bukan bertujuan untuk menghukum, melainkan membentuk mental, fisik, dan pola pikir peserta sesuai kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mendorong peserta untuk fokus selama pelatihan dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bekal kehidupan ke depan. “Fokus selama 10 hari, belajar dari para pimpinan, belajar dari tim, dari tim Bintalsik, belajar dari tim psikologi, serap ilmunya, praktekan dalam hidup. Saya yakin kalau ini ilmunya diambil dan diterapkan itu bisa jadi sebuah pegangan hidup.
Kami ingin menciptakan leader, kalau jadi manager, insyaallah semua orang bisa. Tapi kalau jadi leader, belum tentu. Kalau kata Mahatma Gandhi, leader yang baik adalah leader yang menciptakan leader berikutnya. Kami tidak mau menciptakan generasi yang manja, tapi kami ingin menciptakan leader. Kalau kalian mau jadi leader, Ikuti proses ini dengan serius, karena ini bisa menjadi modal penting dalam perjalanan karier kalian,” tegasnya. (Ara_Humas)