>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


Dari Bumi Sriwijaya ke Timur Tengah: Tim UNSRI Petakan 41 Hektar Potensi Restorasi Mangrove di Pesisir As-Saffaniyah, Arab Saudi

Universitas Sriwijaya (UNSRI) Kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui riset lingkungan pesisir di kawasan Timur Tengah. Kali ini Tim peneliti dari UNSRI melaksanakan kegiatan riset mangrove bertajuk “Preliminary Research for Mangrove Restoration in Saudi Arabia” pada 13 November hingga 13 Desember 2025, khususnya di kawasan pesisir As-Saffaniyah, Eastern Province, Arab Saudi. Kegiatan survey lapangan ini dilaksanakan sebelum kondisi di Timur Tengah memanas.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial restorasi mangrove berbasis kajian ilmiah. Survey lapangan ini dipimpin oleh Tengku Zia Ulqodry, S.T., M.Si., Ph.D dari Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya bersama anggota tim yang terdiri dari Muhtadi, S.Kel., M.Si, dan M. Akbar Rahman, S.Kel., M.Si. 

Penelitian diawali dengan analisis spasial menggunakan Digital Elevation Model (DEM) yang menunjukkan bahwa kawasan pesisir As-Saffaniyah didominasi oleh elevasi rendah, berkisar antara 0 hingga 3 meter di atas permukaan laut. Tim kemudian melakukan pengukuran pasang surut untuk menentukan Mean Sea Level (MSL) dan Mean High Water (MHW), serta mengidentifikasi zona genangan pada kisaran elevasi 0,3–0,6 meter.

Hasil survei menunjukkan bahwa wilayah pesisir As-Saffaniyah memiliki kondisi lingkungan yang cukup ekstrem, dengan salinitas berkisar antara 39–49‰ serta fluktuasi suhu dan kondisi atmosfer antar musim. Namun demikian, kondisi tersebut masih berada dalam kisaran toleransi pertumbuhan mangrove, khususnya jenis Avicennia marina.

Tim juga menemukan keberadaan mangrove alami serta hasil penanaman sebelumnya yang tumbuh dengan baik. Berdasarkan integrasi data biofisik dan spasial, tim berhasil mengidentifikasi 8 lokasi potensial restorasi yang tersebar di sepanjang pesisir As-Saffaniyah dengan total luas mencapai ±41,01 hektar. Estimasi kebutuhan bibit mangrove mencapai lebih dari 1,1 juta propagul, tergantung pada skenario jarak tanam.

Melalui kolaborasi dengan pihak di Arab Saudi ini, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari implementasi Nature-based Solutions (NBS) dalam mendukung mitigasi perubahan iklim (SDG 13) dan perlindungan pesisir (SDG 14) di kawasan Teluk Arab. Keterlibatan Universitas Sriwijaya dalam penelitian ini menunjukkan kontribusi nyata akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan konservasi mangrove di tingkat global. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan program restorasi mangrove yang berkelanjutan di wilayah pesisir As-Saffaniyah dan sekitarnya. (Rilis FMIPA)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
×