UNSRI Gelar Sosialisasi Implementasi PTNBH Di Lingkungan Kampus, Hadirkan Mantan Menteri Ristekdikti
18 May 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar sosialisasi implementasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Ruang Rapat 1 KPA UNSRI Kampus Palembang, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sekaligus Ketua Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. H. Mohamad Nasir, M.Si. Ph.D.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan UNSRI, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi dan Teknologi Informasi Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD., M.Kes., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Prof. Dr. Eng. Ir. Joni, M.T. Turut hadir Sekretaris MWA UNSRI Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. IPU., MKU. ASEAN Eng., APEC Eng, para dekan, direktur, dan pimpinan lainnya di lingkungan UNSRI.
Dalam sambutannya, Prof. Rujito Agus Suwignyo menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Mohamad Nasir menjadi momentum penting bagi UNSRI dalam memperkuat pemahaman terkait implementasi PTNBH. Ia mengungkapkan bahwa proses penyusunan dokumen PTNBH UNSRI sebelumnya juga banyak mendapatkan masukan dan pendampingan dari Prof. Nasir.
“Alhamdulillah, berkat bimbingan dan arahan beliau, pada 14 Agustus 2024 UNSRI resmi memperoleh status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum atau PTNBH ke-23 di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai PTNBH yang masih relatif baru, UNSRI masih terus belajar dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi yang lebih mandiri, adaptif, dan inovatif.
Sementara itu, Prof. Mohamad Nasir dalam paparannya menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk mampu menjawab tantangan perubahan global yang berlangsung sangat cepat, terutama di era Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya berfokus pada pendidikan dan publikasi ilmiah semata, melainkan juga harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi.
“Apa yang dilakukan perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi juga perlu menentukan siapa yang akan dilayani dan bagaimana kontribusinya terhadap pembangunan,” kata Prof. Nasir.
Ia menjelaskan, implementasi PTNBH harus menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk membangun kemandirian sekaligus memperkuat kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan masyarakat.
Dalam paparannya, Prof. Nasir juga menyoroti pentingnya fokus riset yang selaras dengan potensi dan kebutuhan daerah. Ia mencontohkan pengembangan teknologi pengolahan air (water treatment) di UNDIP yang diarahkan untuk mendukung wilayah pesisir dan kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk aktif mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui riset yang terarah dan berdampak langsung.
“Perguruan tinggi tidak harus mengerjakan semua target SDGs, tetapi harus memiliki fokus dan keunikan masing-masing agar kontribusinya lebih nyata,” jelasnya.
Prof. Nasir juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara kampus dan industri dalam menciptakan talenta unggul, hilirisasi riset, serta pengembangan inovasi teknologi.
Menurutnya, perubahan dunia pendidikan berlangsung sangat cepat sehingga perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran, riset, dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan zaman.
Ia turut menyinggung tantangan pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa dan dosen yang memerlukan penguatan literasi akademik agar teknologi dimanfaatkan secara produktif dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, UNSRI diharapkan dapat semakin siap mengimplementasikan tata kelola PTNBH secara optimal, memperkuat inovasi, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Haris_Mg6)