Prof. Ir. Nizam Beri Kuliah Umum Mahasiswa PSPPI Angkatan VIII UNSRI, Tekankan Etika dan Profesionalisme Insinyur
19 May 2026
Mahasiswa Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Angkatan VIII Universitas Sriwijaya (UNSRI) Semester Genap Tahun Ajaran 2026 mengikuti kuliah umum yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi periode 2020–2024, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., di Ruang Rapat Majelis Wali Amanat UNSRI Kampus Bukit Besar Palembang, Senin (18/5/2026).
Kegiatan kuliah umum tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UNSRI, Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprapto, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Nizam yang dinilai telah banyak memberikan kontribusi dan inspirasi bagi sivitas akademika UNSRI, khususnya mahasiswa PSPPI.
“Hari ini narasumber kita Prof. Nizam, beliau ini guru kita sekalian. Dari pagi tadi saya sudah bersama Prof. Nizam di berbagai kegiatan, mulai dari acara PTNBH, sidang disertasi, hingga kembali bertemu pada kuliah umum ini. Terima kasih kepada Prof. Nizam yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan kepada mahasiswa PSPPI tentang bagaimana menjadi seorang insinyur yang baik,” ujarnya.
Dr. Bhakti Yudho menjelaskan, Prof. Nizam merupakan sosok yang memiliki pengalaman luas di dunia pendidikan tinggi dan keinsinyuran. Selain pernah menjabat sebagai Dirjen Dikti, Prof. Nizam juga merupakan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Banyak pengalaman yang akan dibagikan kepada kita semua tentang bagaimana menjadi seorang insinyur profesional,” katanya.
Menurutnya, tantangan terbesar profesi insinyur saat ini bukan hanya pada aspek kompetensi teknis, tetapi juga menyangkut etika profesi yang sering kali diabaikan sehingga banyak sekali permasalahan yang diakibatkan oleh pelanggaran etika dan profesi.
“Salah satu tujuan di psppi itu adalah bagaimana kita menjadi seorang insinyur dengan memiliki profesionalisme, memiliki jiwanya, semangatnya, dan etika profesi kita sebagai seorang insinyur, itu salah satu tujuannya. Untuk itu, mari kita sama-sama belajar dari narasumber nasional kita, Prof. Nizam. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, karena tidak bosan-bosan Prof. Nizam datang ke UNSRI, saya ucapkan terima kasih prof., semoga amal ibadah prof. yang, mau sharing dengan kami, ini akan mendapatkan, barokah dari Allah SWT,” pungkasnya.
Dalam kuliah umumnya Prof Nizam memaparkan materi terkait tantangan dan peluang insinyur professional di Indonesia serta menjaga marwah profesi melalui kode etik PII dan membangun peran keinsinyuran bagi kemajuan bangsa. “Marwah insinyur lahir ketika Keputusan teknis selalu berpihak pada keselamatan, kebenaran, dan kemaslahatan public,” ujarnya.
Ia menambahkan, insinyur bukan hanya ahli Teknik melainkan juga insinyur adalah penjaga keselamatan dan kemaslahatan public. “Kita diberi hak mengambil Keputusan teknis yang berdampak pada nyawa, harta, lingkungan, dan masa depan masyarakat. Karena itu kompetensi harus disertai akuntabilitas,” tambahnya.
Menutup kuliah umumnya, Prof. Nizam menyampaikan lima komitmen utama yang harus dimiliki oleh seorang insinyur profesional, yakni tidak menandatangani hal yang tidak dipahami atau tidak diyakini aman; menyampaikan risiko secara jujur meski tidak populer; terus belajar dan memperbarui kompetensi; menjaga martabat profesi dalam ucapan, data, dan tindakan; serta menempatkan kemaslahatan masyarakat di atas kepentingan sempit.
Kuliah umum tersebut turut dihadiri Wakil Dekan III Fakultas Teknik UNSRI, Dr. Ir. David Bahrin, S.T., M.T., Kepala Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan, Dr. Ir. Saloma, S.T., M.T., serta Koordinator Program Studi PSPPI, Dr. Ir. Arie Putra, S.T., M.T. (Ara_Humas)