Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, 80 Mahasiswa Poltekkes Jurusan Kesehatan Lingkungan Kunjungi Unit Pengolahan Sampah UNSRI
14 May 2026
Unit Pengolahan Sampah Universitas Sriwijaya (UNSRI) menerima kunjungan edukatif mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes. Kedatangan para mahasiswa sebanyak 80 orang disambut hangat oleh Kepala Unit Pengolahan Sampah UNSRI, Nyimas Septi Rika Putri, S.T., M.Si., Ph.D bersama perwakilan Tim UI GreenMetric UNSRI, Dr. Febrian Hadinata, S.T., M.T. pada Selasa (12/5/2026).
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis dan mendalam kepada mahasiswa mengenai implementasi nyata Program 3R (Reduce, Reuse, and Recycle) di tingkat universitas.
Dalam sambutannya, Nyimas Septi Rika Putri menyampaikan apresiasi atas antusiasme 80 mahasiswa masa depan di bidang kesehatan lingkungan ini.
"Kami sangat bangga menerima kunjungan dari rekan-rekan mahasiswa Poltekkes. Sektor Kesehatan Lingkungan memegang peranan krusial dalam rantai sanitasi. Di sini, kami tidak hanya mengolah limbah secara mekanis, melainkan juga membangun kesadaran sosiologis dan sirkular ekonomi bersama komunitas lokal di sekitar kampus. Semoga proses hulu ke hilir yang dipelajari hari ini bisa menjadi inspirasi akademis yang konkret." Ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 0,5 hektar ini dikelola secara profesional oleh 16 personel, yang terdiri dari 1 Kepala Unit, 3 Koordinator, 4 staf administrasi, 4 operator, 1 pengemudi, dan 3 petugas keamanan.
“Pada tahun 2026, kapasitas pabrik pengolahan sampah plastik di unit ini telah mampu mengolah hingga 2 ton sampah per hari. Program ini untuk mendukung Sustainability Development Goals (SDGS) di Universitas Sriwijaya,” paparnya.
Selama kunjungan berjalan, ke-80 mahasiswa tersebut diajak menyusuri koridor pengunjung di dalam bangunan pengolahan utama seluas 350 meter persegi. Mereka mempelajari seluruh aspek teknis, mulai dari alur manajemen sampah, proses pemilahan di area sortasi, hingga operasional mekanis mesin.
Mahasiswa berkesempatan melihat langsung kinerja dua unit mesin pencacah plastik berkapasitas masing-masing 1 ton per hari dan satu unit pengeringan yang memproses limbah plastik mentah hingga bertransformasi menjadi produk cacahan plastik siap edar berkualitas tinggi, atau yang kerap disebut sebagai "bibit plastik".
Sesi edukasi disampaikan perwakilan Tim UI GreenMetric UNSRI, Dr. Febrian Hadinata yang menjelaskan rencana strategis tahun 2026 mengenai pengadaan pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) yang mencakup mesin Gibrik, konveyor, dan tangki pematangan untuk mengolah sampah campuran di Kampus Indralaya , melengkapi gedung RDF seluas 192 meter persegi yang telah sukses dikembangkan pada tahun 2025.
Kunjungan lapangan ini mendapatkan respons yang sangat antusias dari para mahasiswa Poltekkes Kesehatan Lingkungan. Mereka aktif berdiskusi mengenai aspek sanitasi, pengelolaan risiko lingkungan, hingga keselamatan kerja para operator di lapangan.
Salah satu Mahasiswa Poltekkes Kesehatan Lingkungan menyampaikan bahwa kunjungan ini benar- benar membuka matanya yang selama ini lebih banyak belajar teori mengenai dampak buruk limbah plastik terhadap sanitasi dan estetika lingkungan.
“Namun di UNSRI, kami melihat solusi hulu ke hilir yang nyata. Sangat luar biasa melihat bagaimana sampah plastik yang berpotensi menjadi polutan lingkungan, diolah secara higienis dan mekanis menggunakan mesin pencacah menjadi komoditas bernilai tinggi berupa bibit plastik. Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu kesehatan lingkungan diintegrasikan dengan teknologi untuk menciptakan masa depan bumi yang bersih." Ujar Perwakilan Mahasiswa Poltekkes. (Rilis DKIA/ Ara_Humas)