UNSRI Jalin Kerja Sama dengan LDKPI untuk Perkuat Internasionalisasi Kampus
19 May 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang digelar di Ruang Rapat 1 Kantor Pusat Administrasi (KPA) Universitas Sriwijaya, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni, M.T., beserta jajaran, Dekan dan Wakil Dekan FISIP, serta Ketua LDKPI, Dalyono, S.E., M.I.A.
Dalam sambutannya, Prof. Joni menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah strategis UNSRI dalam memperluas program internasionalisasi kampus dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia mengatakan, UNSRI terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional melalui berbagai program, termasuk penerimaan mahasiswa asing dan pengembangan program studi berstandar internasional.
“UNSRI saat ini terus berbenah dan memperkuat layanan akademik serta jaringan internasional. Kami siap terlibat dalam berbagai program strategis, termasuk peluang menjadi host penerima beasiswa internasional,” ujar Prof. Joni.
Menurutnya, UNSRI saat ini memiliki sekitar 39 ribu mahasiswa dengan sekitar 10 persen di antaranya merupakan mahasiswa program pascasarjana. Selain itu, universitas tersebut juga memiliki sekitar 3 ribu dosen.
Prof. Joni menambahkan, UNSRI tengah mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik, termasuk melalui pencarian berbagai peluang beasiswa doktoral bagi ratusan dosen baru yang telah direkrut dalam dua tahun terakhir.
“Kami terus berupaya mencarikan beasiswa untuk dosen-dosen muda agar dapat melanjutkan studi doktoral, sehingga kualitas sumber daya manusia di UNSRI semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Ketua LDKPI Dalyono menjelaskan bahwa lembaganya memiliki peran dalam mendukung kerja sama pembangunan internasional Indonesia, tidak hanya sebagai penerima bantuan luar negeri, tetapi juga sebagai pemberi bantuan kepada negara lain.
Ia menyebutkan bahwa LDKPI mengelola dana kerja sama pembangunan internasional yang digunakan untuk mendukung berbagai program bantuan, pelatihan, hingga penguatan diplomasi Indonesia di tingkat global.
“Indonesia saat ini bukan hanya menerima bantuan, tetapi juga mulai memberikan bantuan kepada negara lain melalui berbagai program kerja sama pembangunan internasional,” ujarnya
Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk memperkuat kontribusi akademisi dalam pengembangan kebijakan dan program internasional Indonesia.
LDKPI juga membuka peluang kolaborasi dengan UNSRI dalam berbagai bidang, seperti program magang, pelatihan, riset, hingga pengembangan internasionalisasi kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LDKPI Dalyono turut menyinggung program internasionalisasi pendidikan tinggi yang menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa asing di Indonesia hingga 100 ribu sampai 200 ribu orang pada 2030.
Ia berharap perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UNSRI, dapat berperan aktif dalam mendukung target tersebut melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penguatan jejaring internasional.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara UNSRI dan LDKPI sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama internasional. (Haris_Mg6 Humas)