Dukung Produktivitas dan Keselamatan Kerja, UNSRI Sosialisasikan Budaya K3 Melalui Seminar Hybrid
20 May 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Divisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) UNSRI menggelar kegiatan Seminar Hybrid "The New Face of Campus "K3" bertempat di Ruang Prof. H. Djuaini Mukti UPT Bahasa UNSRI Palembang, pada Selasa (19/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Safety Culture, Healthy Campus, and Mental Well-Being" ini dibuka oleh Kepala Kantor Administrasi Umum dan Rumah Tangga (KAUMRT) UNSRI, Dr. Artha Febriansyah, S.H., M.H. mewakili Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC. secara virtual.
Kepala KAUMRT UNSRI, Dr. Artha Febriansyah menyambut baik inisiasi Divisi K3 dengan menyelenggarakan seminar ini. Mengingat isu K3 menjadi concern UNSRI yang selama ini masih perlu peningkatan. "Semoga dengan tema yang telah dibawa, dapat benar-benar terwujud melalui acara ini," jelasnya.
Menurutnya, dengan terjaganya K3 di UNSRI, hal ini dapat membantu peningkatan efisiensi kerja dan menekan cost berlebih.
Sementara itu, Ka Dinkes Sumsel, dr. Trisnawarman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar saja, melainkan memiliki urgensi untuk membangun budaya K3 yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. "Budaya keselamatan yang kuat akan melahirkan rasa aman, yang menjadi fondasi utama kesehatan mental yang baik. Ketika mahasiswa, dosen, dan staf merasa aman, produktivitas kerja akan dapat meningkat," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Divisi K3 UNSRI, Prof. Heni Fitriani, S.T., M.T., Ph.D., mengharapkan agar paradigma K3 dapat dipahami sebagai suatu budaya institusi keselamatan fisik, lingkungan, dan mental. "Kampus yang modern itu adalah ruang yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung produktivitas hidup. Seminar ini akan membangun kesadaran kita bersama," ungkapnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah keynote speaker yakni Prof. dr. Tan Malaka, MOH., DrPH., Sp.OK., HIU. Dalam paparannya, Prof. Tan Malaka mengapresiasi langkah Divisi K3 UNSRI yang telah aktif dan melaksanakan fungsinya dalam mensosialisasikan budaya K3. "Ini adalah program kerja yang real time, karena di masa depan Unit K3 Universitas Sriwijaya ini bisa membuat program yang amat konkret. Dengan inisiatif-inisiatif yang bersifat low cost, bisa membuat program unggulan, karena memang kita banyak menghadapi permasalahan," ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Tan Malaka memaparkan lima macam hazard yang perlu kita ketahui, antara lain physical, biological, chemical, ergonomic, dan psychosocial. "Yang kelima adalah fokus pada hari ini, yaitu aspek psikososial. Karena dunia internasional pada tahun ini mengambil tema K3 nya adalah psikososial. Karena itu, maka pembicaraan kali ini, ada tiga orang doktor yang membahasnya.
“Di sesi berikutnya, Dr. Agita, dari Fakultas Kedokteran yang membahas psikososial dari aspek health and productivity. Kemudian Dr. Anita Camelia membahas bagaimana approach, management, dan mengenal hal ini. Selanjutnya, Dr. Suci Flamboinita, yang akan membahas dimensi legal. Karena aspek psikososial, bullying, dan segala macam ini, sudah ada regulasinya.
Kemudian, di sesi dua akan ada bicara tentang safety aspect, dan ini adalah sesuatu yang penting. Bahkan di semua tempat kerja yang lebih high profile dari aspek keselamatan kerja. Karena itu ada yang akan membicarakan dimensi dari ERP (Emergency Response Plan) dan yang akan bicara adalah ahli kebencanaan Universitas Sriwijaya, Dr. Novrikasari," jelasnya.
Berbagai narasumber turut memaparkan materi edukatif terkait K3 antara lain Dr. Agita Diora Fitri, S.Kom., M.KKK., HIU. (materi Beyond Health Aspect and Mental Well-Being); Dr. Suci Flambonita, S.H., M.H. (materi Respect Over Fear: Mewujudkan Kampus Bebas Bullying); Dr. Anita Camelia, S.KM., M.KKK., HIMA. (materi Beyond Safety: Psikososial sebagai Pilar ISO 45003); Dr. Novrikasari, S.K.M., M.Kes. (materi Emergency Responses Plan in University), dan; Rexa Siregar (materi Sosialisasi dan Demonstrasi Keselamatan Kebakaran di Lingkungan Universitas).
Selain itu, dipaparkan pula program unggulan Divisi K3 UNSRI sebagai langkah nyata implementasi budaya K3. Program tersebut disebut sebagai "Integrated Campus Safety Program", yang memuat lima dimensi program antara lain Building Safety, Transport Safety, Laboratory Safety, Health Hygiene, dan Psychosocial Health Program. Dengan demikian, program ini dapat membantu mewujudkan UNSRI sebagai "smart, safe, sustainable campus", yakni kampus yang cerdas, aman, dan berkelanjutan.
Sebagai praktek nyata, dilakukan demonstrasi keselamatan kebakaran oleh Rexa Siregar (Branch Manager PT Servo Fire Indonesia Palembang) yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir secara langsung.
Seminar ini diikuti juga oleh Kepala Divisi Layanan Disabilitas, Dr. Ir. Sukemi, M.Si., pimpinan fakultas, direktur dan kepala unit kerja, ketua lembaga, serta para pejabat struktural dan mahasiswa di lingkungan UNSRI. (GLH_Mg6 Humas)