>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


UNSRI dan Universiti Teknologi Malaysia Perkuat Jiwa Studentpreneur Generasi Muda melalui Program EQUITY di Ogan Ilir

Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus memperkuat peran internasionalnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan International Community Development Program EQUITY bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kegiatan yang mengangkat tema "Enhancing Studentpreneurship Capacity among Young Generation in Ogan Ilir Regency, South Sumatera" ini diselenggarakan di Pondok Tahfidz Syafian Hafiyya, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Islam Syafian Hafiyya, Ery Erman, S.K.M, M.A. dan Dekan Faculty of Management UTM, Prof. Ahmad bin Jusoh, Ph.D. Program ini bertujuan membangun kapasitas kewirausahaan generasi muda agar mampu menjadi individu yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di masa depan.

Ketua Tim Community Development Program EQUITY UNSRI, Dr. Muhammad Ichsan Hadjri, menjelaskan bahwa pengembangan jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

Dr. Ichsan berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan entrepreneurial mindset dalam diri para siswa sehingga mereka memiliki keberanian untuk melihat peluang usaha, menciptakan inovasi, serta mengembangkan usaha yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam diri para siswa sehingga mereka mampu menangkap peluang usaha sejak dini. Harapan kami, cita-cita generasi muda ke depan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) yang mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah," Harapnya. 

Ia menambahkan bahwa pendidikan kewirausahaan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kemampuan berdagang, melainkan membangun pola pikir inovatif, kemampuan memecahkan masalah, keberanian mengambil peluang, serta menciptakan nilai tambah (value creation) yang berdampak bagi masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi langsung dari narasumber internasional, Prof. Ahmad bin Jusoh, Ph.D., Dekan Faculty of Management, UTM. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep Studentpreneur, yaitu pelajar yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan teknologi untuk mengidentifikasi permasalahan di lingkungan sekitar, kemudian mengubahnya menjadi solusi yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan dampak sosial.

Prof. Jusoh menjelaskan bahwa seorang studentpreneur tidak memulai usaha dengan pertanyaan "apa yang ingin dijual", melainkan "masalah apa yang dapat diselesaikan". Melalui Formula Studentpreneur, peserta diajak memahami tahapan membangun usaha, mulai dari mengenali masalah, memahami kebutuhan pelanggan, merancang solusi inovatif, membangun model bisnis yang berkelanjutan, menciptakan nilai (value), memberikan dampak (impact), hingga memperoleh keuntungan (profit) sebagai konsekuensi dari solusi yang berhasil diciptakan.

Sebagai inspirasi, Prof. Jusoh juga menghadirkan berbagai contoh cerita dan case entrepreneur sukses seperti Achmad Zaky (Founder Bukalapak), Vivy Yusof (Founder FashionValet), dan Arif Tukiman (Co-founder & CEO RunCloud). Ketiga tokoh tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis berawal dari kemampuan mengenali kebutuhan masyarakat, berinovasi, serta membangun usaha yang memberikan manfaat luas bagi banyak orang.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Para siswa didorong untuk mulai berpikir kreatif, berani mencoba, dan membangun budaya inovasi sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan satu kali, Program EQUITY dirancang sebagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. UNSRI bersama UTM akan melanjutkan program ini melalui berbagai bentuk pendampingan, antara lain mentoring secara hybrid, sharing session bersama mahasiswa UTM, serta berbagai aktivitas kolaboratif lainnya. Pendekatan berkelanjutan ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pembelajaran kewirausahaan yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Ogan Ilir.

Pelaksanaan International Community Development Program EQUITY ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UNSRI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkontribusi terhadap SDG 1 (No Poverty) melalui upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan; SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran kewirausahaan yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi internasional antara UNSRI dan UTM dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.

Melalui Program EQUITY, UNSRI tidak hanya memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang memiliki karakter inovatif, mandiri, adaptif, serta mampu menjadi job creator yang memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan. (Rilis Tim Equity/Ara_Humas)


SDGs:

SDG 1
Tanpa Kemiskinan
SDG 4
Pendidikan Berkualitas
SDG 17
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
×