FKM UNSRI Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Kuliah Tamu Environmental and Occupational Toxicology
30 Jul 2026
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar Kuliah Tamu Internasional bertajuk "Environmental and Occupational Toxicology: Heavy Metals and Pesticides in Agriculture" yang berlangsung di Gedung Prof. Djuaini Moekti, Kampus Universitas Sriwijaya Bukit Besar, Palembang, pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program EQUITY UNSRI yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi dengan Ketua Pengusul Dr. Novrikasari, S.K.M., M.Kes. Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen UNSRI dalam memperkuat kualitas akademik, memperluas jejaring internasional, serta mendorong kolaborasi riset dan publikasi ilmiah bersama perguruan tinggi bereputasi dunia.
Dalam sambutannya, Dekan FKM UNSRI, Prof. Dr. rer. med. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa isu toksikologi lingkungan dan kesehatan kerja merupakan tantangan global yang memerlukan kolaborasi lintas disiplin, riset yang berkualitas, serta penguatan jejaring akademik internasional.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKM UNSRI dalam meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai institusi di tingkat global.
Kuliah tamu menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Rohi Ghazali dari Faculty of Health Sciences, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Dalam paparannya, Prof. Ahmad Rohi Ghazali menjelaskan konsep dasar toksikologi lingkungan dan kesehatan kerja, mulai dari hubungan antara hazard, exposure, dan risk, prinsip toxicokinetics dan toxicodynamics, hingga dampak paparan logam berat dan pestisida terhadap kesehatan manusia serta lingkungan.
Ia juga mengulas proses bioaccumulation dan biomagnification, pemanfaatan biomarker dan bioindicator dalam pemantauan pencemaran lingkungan, serta mengangkat isu mikroplastik sebagai salah satu tantangan baru dalam kesehatan lingkungan yang memerlukan perhatian dan penelitian lebih lanjut.
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah dampak suatu zat toksik tidak hanya ditentukan oleh jenis zatnya, tetapi juga oleh dosis, lama paparan, serta jalur masuknya ke dalam tubuh.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Poppy Fujianti, S.K.M., M.Sc. ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Sarjana (S1) FKM UNSRI. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif mengenai berbagai isu kesehatan lingkungan, keamanan pangan, kesehatan kerja, pengelolaan risiko pencemaran, hingga peluang pengembangan riset kolaboratif di bidang kesehatan masyarakat.
Kuliah tamu ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan internasional yang sehari sebelumnya diawali dengan Coaching Clinic Penulisan Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi. Kegiatan coaching clinic diikuti oleh dosen serta mahasiswa Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) FKM UNSRI yang telah memiliki draf manuskrip ilmiah. Melalui sesi pendampingan intensif tersebut, peserta memperoleh masukan secara langsung mengenai penyempurnaan manuskrip, strategi publikasi, pemilihan jurnal yang tepat, hingga berbagai aspek penting dalam meningkatkan kualitas artikel ilmiah agar memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, FKM UNSRI terus memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada kolaborasi internasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan penelitian yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kapasitas di bidang kesehatan masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan kompetensi akademik, SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya praktik pembangunan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan pemahaman mengenai pengelolaan risiko pencemaran lingkungan guna mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, tangguh, dan berkelanjutan. (Rilis FKM/ Ara_Humas)