Mahasiswa Doktor FKM UNSRI Terima Penghargaan pada Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026
30 Jul 2026
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., AIFO-K, yang juga merupakan mahasiswa Program Doktor (S3) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI), menerima penghargaan pada Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, dr. Trisnawarman mewakili Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam menerima penghargaan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Kesehatan juga menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada dua gubernur dan tujuh bupati yang berhasil memenuhi kriteria wilayah bebas malaria. Penyerahan sertifikat disertai pameran profil daerah penerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan eliminasi malaria secara berkelanjutan.
Selain itu, Provinsi Sumatera Selatan juga menorehkan prestasi pada Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Blue Sky Pandurata, Jakarta Pusat. Perwakilan Sumatera Selatan, Merry Kurniya Ningsih, A.Md.Kes. dari RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, berhasil meraih Juara III. Capaian tersebut menjadi bukti kompetensi tenaga kesehatan Sumatera Selatan dalam mendukung diagnosis malaria yang cepat, tepat, dan berkualitas.
Keberhasilan Sumatera Selatan mempertahankan status eliminasi malaria merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, hingga perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Trisnawarman menyampaikan apresiasi kepada Dekan FKM UNSRI, Prof. Dr. rer. med. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., atas dukungan akademik dan kolaborasi yang selama ini diberikan dalam mendukung pengendalian malaria maupun berbagai program kesehatan masyarakat di Sumatera Selatan.
Keberhasilan Sumatera Selatan mempertahankan eliminasi malaria tidak terlepas dari sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, serta perguruan tinggi. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. rer. med. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., atas dukungan akademik dan kolaborasi yang selama ini diberikan dalam mendukung pengendalian malaria maupun berbagai permasalahan kesehatan masyarakat di Sumatera Selatan. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan siap terus memperkuat kerja sama sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku untuk meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat,” ujar dr. Trisnawarman.
Sementara itu, Prof. Hamzah Hasyim menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan status eliminasi malaria merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyediaan bukti ilmiah yang menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan.
"Kolaborasi yang erat antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk memastikan malaria tidak kembali muncul maupun berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB), terutama di tengah tingginya mobilitas penduduk dari dan menuju wilayah yang masih memiliki risiko penularan," Dr. Hamzah
Ucapan selamat dan apresiasi juga datang dari berbagai pemangku kepentingan nasional di bidang pengendalian malaria. Mereka menilai keberhasilan Sumatera Selatan mempertahankan eliminasi malaria merupakan hasil kerja sama yang baik sekaligus mengingatkan pentingnya memperkuat surveilans, deteksi dini kasus impor, serta respons cepat terhadap potensi penularan kembali.
Sebagai mahasiswa Program Doktor FKM UNSRI, kiprah dr. Trisnawarman menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas akademik dapat berjalan selaras dengan implementasi kebijakan kesehatan masyarakat. Sinergi antara Universitas Sriwijaya dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diharapkan terus melahirkan inovasi, memperkuat sistem kesehatan, serta menghasilkan strategi pengendalian penyakit yang berbasis bukti ilmiah.
Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui percepatan eliminasi malaria dan penguatan pelayanan kesehatan, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi akademik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan Indonesia bebas malaria. (Rilis FKM/Ara_Humas)