FKM UNSRI dan Pemkab Ogan Ilir Mulai Riset Kolaboratif Stunting Dalam Kajian Determinan Molekuler, Lingkungan, dan Geospasial
05 Aug 2026
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) secara resmi memulai penelitian kolaboratif bertajuk Stunting dalam Kajian Determinan Molekuler, Lingkungan, dan Geospasial pada Balita di Permukiman Bantaran Sungai Musi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., di Ruang Pertemuan TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (4/8/2026).
Penelitian ini menjadi momentum penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan bukti ilmiah berdampak yang dapat mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ogan Ilir.
Hadir pada kegiatan itu, Ketua Senat Akademik UNSRI, Prof. Dr. dr. Mohammad Zulkarnain, M.Med.Sc., Dekan FKM UNSRI Prof. Dr. rer. med. H. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., para Wakil Dekan FKM UNSRI, Ketua Peneliti Prof. Dr. Rostika Flora, S.Kep., M.Kes., tim peneliti UNSRI, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, tim dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Zairinayati beserta tim dari Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan.
Turut hadir jajaran Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir drg. Suryadi Muchzal, M.Kes., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian H. Ferdian Riza Yudha, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hj. Husnidayati, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Hj. Yusriani Emiyati, S.Si., M.T., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ariyadi, S.P., M.Si., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir, Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, serta perwakilan UPTD Kabupaten Ogan Ilir.
Dekan FKM UNSRI, Prof. Dr. rer. med. H. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan bukti ilmiah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program percepatan penurunan stunting yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, penelitian ini juga menjadi implementasi kehadiran Stunting Innovation and Hilirisation Centre (SICH) di FKM UNSRI sebagai pusat kajian yang berfokus pada pengembangan riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian stunting.
"Melalui SICH, hasil-hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat ditransformasikan menjadi rekomendasi kebijakan, model intervensi, inovasi teknologi, serta solusi yang aplikatif untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat daerah maupun nasional," Ujar Prof Hamzah.
Ia menambahkan, penelitian ini tidak hanya mengkaji aspek status gizi balita, tetapi juga mengintegrasikan determinan biomolekuler, kondisi lingkungan, dan geospasial sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai berbagai faktor yang memengaruhi kejadian stunting.
"Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik wilayah," tambahnya.
Prof. Hamzah Hasyim juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat.
Sementara itu, Ketua Peneliti Prof. Dr. Rostika Flora, S.Kep., M.Kes., menjelaskan bahwa penelitian ini akan menjadi salah satu dasar ilmiah dalam penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang menggabungkan pengukuran status gizi, pemeriksaan biomolekuler, penilaian kondisi lingkungan, serta analisis geospasial untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai determinan stunting.
Pada sesi diskusi, sejumlah perangkat daerah memberi masukan terkait validasi data stunting yang digunakan sebagai dasar penelitian. UPTD Kabupaten Ogan Ilir meminta penjelasan mengenai sumber data stunting yang dijadikan dasar penelitian, termasuk apakah data tersebut merupakan angka stunting, risiko stunting, atau prevalensi stunting.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Ilir juga memberikan sejumlah masukan, di antaranya perlunya pencocokan kembali data yang dipaparkan dengan data pemerintah daerah serta pentingnya melibatkan tenaga ahli bidang teknologi informasi dari UNSRI untuk mendukung penyempurnaan aplikasi yang digunakan dalam penelitian.
Menanggapi hal tersebut, tim peneliti menjelaskan bahwa data awal diperoleh dari aplikasi GEMA PENTING, dengan indikator "Sangat Pendek" dan akan diverifikasi kembali melalui pengumpulan data lapangan. Hasil penelitian nantinya tidak menyajikan angka prevalensi, tetapi mengelompokkan balita berdasarkan status stunting dan tidak stunting yang didukung oleh hasil pemeriksaan biomolekuler. Seluruh hasil penelitian akan disampaikan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan instansi terkait dengan tetap memperhatikan prinsip etika penelitian.
Lebih jauh tim peneliti UNSRI menjelaskan bahwa penelitian lapangan akan dilaksanakan di Desa Kota Daro 1 dan Desa Kota Daro 2 dengan melibatkan 100 balita usia 24–59 bulan yang terdiri atas 50 balita stunting dan 50 balita dengan status gizi normal. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri, pemeriksaan biomolekuler berupa hemoglobin (Hb), ferritin, C-reactive protein (CRP), Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), dan Intestinal Fatty Acid Binding Protein (I-FABP), pengisian kuesioner karakteristik keluarga, penilaian sanitasi lingkungan, survei konsumsi pangan, serta pengambilan data geospasial lokasi tempat tinggal responden.
Pelaksanaan penelitian melibatkan tim multidisiplin dari berbagai bidang keilmuan, meliputi kesehatan lingkungan, geospasial, gizi, epidemiologi, biomedik, laboratorium, hingga promosi kesehatan. Tim dibagi menjadi dua kelompok yang bertugas di Desa Kota Daro 1 dan Desa Kota Daro 2 guna memastikan seluruh tahapan pengumpulan data berjalan efektif dan menghasilkan data yang berkualitas.
Selain membahas pelaksanaan penelitian, Prof. Dr. rer. nat. Nandi dari Universitas Pendidikan Indonesia menyampaikan peluang pengembangan kolaborasi melalui Program Rumah Raflesia, yaitu rumah sehat semi permanen berbahan modular yang dirancang tetap nyaman dengan teknologi pelapis penahan panas. Program yang didukung hibah internasional senilai sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat tersebut diarahkan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kabupaten Ogan Ilir dinilai memiliki potensi menjadi salah satu lokasi pengembangan awal melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Usai kegiatan pembukaan, seluruh tim peneliti langsung bergerak ke lokasi penelitian di Desa Kota Daro 1 dan Desa Kota Daro 2 untuk memulai pengumpulan data. Kegiatan meliputi wawancara dengan orang tua balita, pengukuran status gizi dan antropometri, pengambilan sampel darah, observasi kondisi lingkungan permukiman, serta pemetaan geospasial. Setelah seluruh tahapan lapangan selesai, data akan diolah dan dianalisis sebelum dipaparkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Melalui penelitian kolaboratif ini, UNSRI bersama para mitra berharap dapat menghasilkan bukti ilmiah yang menjelaskan keterkaitan antara faktor biomolekuler, lingkungan, dan geospasial terhadap kejadian stunting pada balita di kawasan bantaran Sungai Musi. Hasil penelitian diharapkan menjadi landasan ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam merancang kebijakan dan intervensi yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan untuk mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan penelitian ini juga mencerminkan komitmen UNSRI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian berkontribusi secara langsung terhadap SDG 2 (Zero Hunger) melalui upaya peningkatan status gizi dan pencegahan stunting pada balita, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kesehatan ibu dan anak berbasis bukti ilmiah, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui kajian faktor lingkungan dan sanitasi yang memengaruhi kejadian stunting, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pemetaan geospasial kawasan permukiman bantaran Sungai Musi untuk mendukung pembangunan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh.
Selain itu, kolaborasi antara UNSRI, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan, serta berbagai perangkat daerah mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals), yaitu penguatan kemitraan lintas institusi dalam menghasilkan inovasi, riset, dan kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Kabupaten Ogan Ilir, tetapi juga menjadi model pengembangan kebijakan penanggulangan stunting yang dapat direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik serupa. (Rilis FKM/ Ara_Humas)