PKKMB UNSRI 2026 Resmi Dibuka, 10.298 Mahasiswa Baru Siap Menjadi Generasi Unggul dan Berkarakter
13 Aug 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) secara resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium UNSRI, Indralaya, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 10.298 mahasiswa baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar UNSRI dan memulai perjalanan akademik menuju masa depan.
Pembukaan PKKMB dilakukan oleh Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru yang telah berhasil melewati ketatnya proses seleksi dan bersaing dengan ribuan pendaftar lain.
“Selamat datang di rumah kita, rumah baru kalian, rumah ilmu dan perubahan,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Rektor menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa baru melewati proses seleksi dan bergabung dengan UNSRI merupakan hasil kerja keras, doa, serta dukungan keluarga. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga kepercayaan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, berintegritas, dan terus mengembangkan diri.
Menurut Rektor, memasuki perguruan tinggi bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kesempatan membangun karakter, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kepedulian terhadap masyarakat. Universitas menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh sebagai insan pembelajar sepanjang hayat yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
Memasuki era digital, Rektor mengingatkan mahasiswa baru bahwa perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), telah mengubah cara manusia belajar dan bekerja.
Menurutnya, saat ini berbagai informasi dan jawaban dapat diperoleh dalam hitungan detik. AI bahkan mampu membantu membuat tulisan, menerjemahkan bahasa, mengolah data, hingga menyelesaikan berbagai persoalan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama.
“Gunakan teknologi, gunakan AI, belajarlah sebanyak mungkin. Tetapi jangan pernah menyerahkan kemampuan berpikir kalian kepada teknologi,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.
Mahasiswa juga didorong untuk tetap kritis, memiliki rasa ingin tahu, berani mencoba, dan tidak takut gagal. Rektor mengatakan, universitas merupakan tempat yang aman bagi mahasiswa untuk belajar dari kegagalan dan bangkit kembali.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga diminta memanfaatkan berbagai fasilitas UNSRI, laboratorium, pusat riset, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai program akademik dan nonakademik. Penelitian, organisasi, kompetisi, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, olahraga, dan seni disebut sebagai bagian penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
Rektor juga menekankan pentingnya menjadikan integritas sebagai identitas utama mahasiswa UNSRI. Kejujuran akademik, kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap keberagaman harus menjadi nilai yang dijaga sepanjang perjalanan pendidikan.
“Tidak ada keberhasilan yang bernilai jika diperoleh dengan mengabaikan etika,” tegasnya.
Sebagai mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mahasiswa baru diajak menjadikan keberagaman sebagai sumber inspirasi, merawat persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menjadi agen pemersatu bangsa.
Rektor juga mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh di kampus harus memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat. Setiap penelitian diharapkan dapat menjadi solusi, setiap inovasi menjadi karya, dan setiap prestasi menjadi kontribusi nyata bagi Sumatera Selatan, Indonesia, dan dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa seluruh rangkaian PKKMB UNSRI dilaksanakan dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Tidak ada tempat bagi perpeloncoan, pelecehan, perundungan, eksploitasi, kekerasan, maupun tindakan yang merendahkan martabat mahasiswa.
“Seluruh rangkaian PKKMB telah disusun dan dijadwalkan secara resmi oleh universitas dan fakultas sehingga tidak boleh ada kegiatan lain yang mengatasnamakan PKKMB di luar agenda resmi,” tegas Rektor.
Rangkaian pembukaan PKKMB turut diisi dengan orasi ilmiah oleh Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN-Eng., APEC-Eng., yang juga merupakan Guru Besar Universitas Gadjah Mada.
Dalam orasi ilmiah bertema “Menempuh Kehidupan Kampus Universitas Sriwijaya pada Era Digital dalam Rangka Pengembangan Jati Diri dan Karakter Mahasiswa”, Prof Agus Taufik Mulyono mengajak mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah sebagai investasi terbaik dalam kehidupan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman.
Ia menyampaikan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan transformasi digital dan artificial intelligence (AI), tetapi juga bonus demografi, persaingan global, perubahan iklim, krisis lingkungan, integritas dan kualitas kepemimpinan, serta ketahanan pangan, energi, air, dan infrastruktur.
“Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam transformasi peradaban bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki karakter humanistik, mampu beradaptasi dengan teknologi digital, menjadi pemimpin yang solutif dan berintegritas, serta mampu menjaga persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Dalam menghadapi perkembangan AI, Prof Agus Taufik mengingatkan mahasiswa agar menjadikan teknologi tersebut sebagai kopilot, bukan autopilot.
“AI dapat membantu mempercepat proses belajar, mencari referensi ilmiah, melatih kemampuan menulis, mengembangkan ide inovatif, hingga membantu proses riset. Namun, mahasiswa tetap harus menggunakan kemampuan berpikir kritis dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh,” ujarnya mengingatkan.
Ia juga menegaskan bahwa kompetensi dapat dipelajari, sementara karakter harus dibangun. Karakter yang dibutuhkan generasi masa depan antara lain integritas, sikap humanistik, disiplin diri, rasa ingin tahu, kemauan belajar dan bekerja keras, kemampuan berkolaborasi, tanggung jawab, kepedulian, serta kepemimpinan yang dapat dipercaya.
Di hadapan mahasiswa baru UNSRI, ia berpesan agar mereka tidak lulus hanya dengan membawa ijazah. Selama menjalani pendidikan di UNSRI, mahasiswa harus bisa membangun kompetensi akademik, kemampuan bahasa Inggris, literasi AI dan adaptasi digital, pengalaman organisasi, sertifikasi kompetensi, pengalaman riset, magang, jejaring profesional, serta prestasi di tingkat nasional maupun global.
Pada bagian penutup orasinya, Prof Agus Taufik mengajak mahasiswa untuk bertanya mengenai kontribusi yang dapat diberikan kepada bangsa melalui ilmu yang dipelajari. Ia mendorong mahasiswa UNSRI menjadi pribadi yang berpikir kritis untuk beradab, berintegritas untuk humanistik, adaptif dan futuristik terhadap teknologi, peduli kepada masyarakat, serta siap memimpin Indonesia.
Semarak pembukaan PKKMB UNSRI 2026 turut diisi dengan penayangan karya mahasiswa baru berupa video papermob bertajuk “Dipta Asteria Sriwijaya – Bintang yang Bercahaya Gemilang dari Tanah Sriwijaya.”
Karya tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas dan kekompakan mahasiswa baru sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan dalam memulai perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar UNSRI.
Selain itu, rangkaian PKKMB 2026 juga diwarnai pencatatan Rekor MURI donasi buku oleh sivitas akademika terbanyak yang melibatkan 8.157 orang. Donasi buku tersebut selanjutnya disalurkan kepada sejumlah sekolah di Provinsi Sumatera Selatan sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika UNSRI terhadap penguatan budaya literasi dan kontribusi sosial.
Rangkaian pembukaan kegiatan PKKMB ditutup dengan deklarasi bersama yang melibatkan BEM tingkat universitas dan fakultas serta mahasiswa baru. Deklarasi tersebut mencakup komitmen anti perpeloncoan, anti narkotika, anti maksiat, anti pelecehan seksual, anti kekerasan seksual, dan anti radikalisme.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh perwakilan dari Wali Kota Palembang, perwakilan Bupati Ogan Ilir, perwakilan dari Pangdam II/Swj, perwakilan Kapolda, Kepala Dinas Penddikan Prov. Sumatera Selatan, perwakilan Kajati Sumsel, IKA UNSRI, Pimpinan Bank mitra UNSRI, dan Para Kepala Sekolah SLTA di Sumsel. (Ara_Humas)