UNSRI Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Akademik, Kesehatan, dan Pengembangan Diri
13 Aug 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) membekali mahasiswa baru dengan berbagai wawasan mengenai kehidupan akademik, kemahasiswaan, kesehatan, keamanan, hingga pengembangan diri melalui rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru yang berlangsung di Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran pimpinan UNSRI, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), mitra eksternal, serta organisasi mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr. Dalam pemaparannya, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek yang perlu dipahami dalam menjalani kehidupan akademik di UNSRI, mulai dari sistem satuan kredit semester (SKS), pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), dosen pembimbing akademik, hingga ketentuan kehadiran perkuliahan.
“Sebagai mahasiswa tentu harus memahami apa yang harus dilakukan pada saat kegiatan di kampus. Tentu ada perubahan pada saat dari sekolah menengah menjadi mahasiswa,” ujar Prof. Rujito.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan peran dosen pembimbing akademik sebagai tempat berkonsultasi selama menjalani proses perkuliahan. Pada semester pertama, mahasiswa mengikuti 20 SKS dan selanjutnya perlu memahami proses pengisian KRS serta memperoleh persetujuan dari dosen pembimbing akademik.
Selain aspek akademik, Prof. Rujito turut memperkenalkan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam mendukung aktivitas kemahasiswaan, seperti student center, fasilitas seni dan budaya, perpustakaan, teater, asrama, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi sekaligus Kepala UPT Klinik UNSRI, Prof. Dr. dr. Hj. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes, dalam kesempatan itu memperkenalkan UPT Klinik UNSRI sebagai salah satu fasilitas penunjang kesehatan bagi sivitas akademika.
“Kenapa ini penting? Karena salah satu penunjang menjaga kesehatan kita bersama adalah UPP Klinik,” ujarnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, UPT Klinik UNSRI memiliki dua lokasi, yaitu di Indralaya dan Bukit Besar. Keduanya telah memperoleh akreditasi paripurna sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Klinik UNSRI menyediakan berbagai layanan, mulai dari poliklinik, laboratorium, radiologi, layanan psikologi, hingga pemeriksaan kesehatan mahasiswa.
“Mahasiswa dapat memanfaatkan layanan kesehatan di Klinik UNSRI Indralaya maupun Bukit Besar tanpa harus memindahkan kepesertaan BPJS. Selain memberikan pelayanan kesehatan, klinik juga menjadi wahana pendidikan, penelitian, dan pengabdian di bidang kesehatan dan kedokteran,” jelasnya
Pada sesi berikutnya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Internasionalisasi UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, M.T., memperkenalkan platform resmi #Iam UNSRI kepada mahasiswa baru. Ia menerangkan, Platform tersebut menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh berbagai informasi dan mengakses peluang pengembangan diri selama menjadi mahasiswa UNSRI.
Pengenalan #Iam UNSRI juga diarahkan untuk memperkenalkan berbagai peluang yang berkaitan dengan kerja sama, internasionalisasi, magang, beasiswa, mobilitas mahasiswa, hingga informasi pengembangan karier. Melalui platform tersebut, mahasiswa didorong untuk membangun koneksi dengan dosen, industri, perguruan tinggi luar negeri, serta jaringan alumni.
“Direktorat ini ingin menghubungkan mahasiswa dengan dosen, dengan industri, dengan universitas luar negeri dan sebagainya,” ujar Prof. Joni.
Berbagai peluang internasional juga diperkenalkan kepada mahasiswa, seperti outbound, student exchange, summer course, serta kesempatan memperoleh beasiswa luar negeri. Program tersebut menjadi bagian dari upaya UNSRI membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman dan jejaring internasional selama masa studi.
Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai program persiapan karier, seperti pengembangan kemampuan membuat CV, persiapan wawancara, job hunting, job fair, serta persiapan karier internasional.
Pengenalan kehidupan kampus kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Satgas PPKPT UNSRI. Satgas memperkenalkan fungsi dan perannya dalam melakukan pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa baru juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan serta mekanisme pendampingan dan penanganannya.
Dalam sosialisasi tersebut, Satgas PPKPT menekankan bahwa menciptakan lingkungan kampus yang aman merupakan tanggung jawab bersama.
“Semua kita berperan, dari langkah kecil itu akan menjadi langkah-langkah besar dalam hal preventing campus violence,” tegas perwakilan Satgas PPKPT.
Mahasiswa juga diajak untuk berani berbicara dan menyampaikan laporan apabila mengalami atau mengetahui adanya kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, dengan tetap menjaga perlindungan data pribadi korban.
Dalam kesempatan itu, Presiden Mahasiswa UNSRI, Muhamad Gebri Valensyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa baru diajak untuk memandang kehidupan perkuliahan tidak hanya sebagai ruang untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkontribusi dan menciptakan perubahan.
“Hari ini kalian hadir bukan hanya sekadar untuk mengejar IPK tertinggi, tapi hari ini kalian hadir untuk menyuarakan suara-suara rakyat Indonesia dan untuk menciptakan perubahan-perubahan besar,” ujar Presiden Mahasiswa UNSRI.
Sebagai bagian dari pengenalan kehidupan kemahasiswaan, sebanyak 19 organisasi mahasiswa (ormawa) turut memperkenalkan organisasi masing-masing melalui berbagai penampilan. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mengenal secara langsung beragam organisasi yang tersedia di lingkungan UNSRI sekaligus melihat ruang pengembangan minat, bakat, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi.
Pengenalan 19 ormawa diharapkan dapat membantu mahasiswa baru menemukan wadah yang sesuai dengan minat dan potensinya. Keaktifan dalam organisasi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar kegiatan akademik, membangun jejaring, serta mengembangkan berbagai kemampuan yang dapat mendukung perjalanan akademik dan profesional.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UNSRI berupaya memberikan gambaran menyeluruh mengenai kehidupan mahasiswa, mulai dari aspek akademik dan kemahasiswaan, layanan kesehatan, keamanan dan kenyamanan kampus, hingga peluang kerja sama, internasionalisasi, dan pengembangan karier. Pengenalan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memanfaatkan berbagai fasilitas dan peluang yang tersedia serta menjalani perjalanan perkuliahan secara aktif, aman, dan produktif.
Rangkaian kegiatan turut menghadirkan Paragon dan Grab melalui sesi sosialisasi kepada mahasiswa baru. Kehadiran kedua mitra tersebut menjadi pendukung yang memeriahkan acara dengan interaksi yang komunikatif dengan mahasiswa baru. (AtiqMg7_Humas)