Kuliah Umum SKK Migas-KKKS Sumsel di UNSRI Dorong Mahasiswa Jadi Bagian dari Ketahanan Energi Nasional
26 Aug 2026
Kuliah Umum SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2026 bertema “Leadership and Collaboration” di Universitas Sriwijaya (UNSRI) mendorong mahasiswa untuk menjadi bagian dari generasi penggerak ketahanan energi nasional. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari lingkungan UNSRI serta perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumatera Selatan tersebut digelar di Aula Fakultas Ekonomi UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini merupakan kerjasama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Direktorat Kemahasiswaan UNSRI, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNSRI.
Kuliah umum menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris SKK Migas, Lucky A. Yusgiantoro, B.Sc., M.Sc., Ph.D; serta seorang entrepreneur, educator, dan host Endgame, Gita Wirjawan, B.B.A., M.B.A., M.P.A. Sementara itu, diskusi dimoderatori Senior Manager PT Pertamina EP Prabumulih Field yang juga menjabat Pjs. General Manager PT Pertamina EP Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, S.T., M.T.
Mewakili Rektor, Wakil Rektor UNSRI Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan tamu undangan di Kampus UNSRI Indralaya. “Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya hadir mewakili Rektor Universitas Sriwijaya untuk menyampaikan selamat datang kepada narasumber dan para tamu undangan ke kampus UNSRI Indralaya, kampus terluas di Indonesia,” katanya.
Prof. Rujito turut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada SKK Migas yang telah memberikan kesempatan kepada UNSRI menjadi tuan rumah Kuliah Umum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan peran Perguruan Tinggi dalam mendukung pencapaian visi nasional.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada diskusi dan tanya jawab semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih intensif, juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik di antara seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berharap hasil dari kegiatan ini tidak berhenti pada tataran diskusi dan tanya jawab, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam tataran kerjasama yang lebih intensif. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik diantara kita semua. Saya percaya bahwa komitmen dan dedikasi kita semua merupakan kunci utama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, S.T., M.B.A., M.P.U., dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan, kuliah umum tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan industri hulu migas kepada mahasiswa, tetapi juga memberikan wawasan, kisah inspiratif, dan pengetahuan dari dua pembicara yang hadir.
“Kuliah umum ini tidak hanya sekedar untuk mengenalkan industri tapi juga untuk menyampaikan insight, inspiring story, serta pengetahuan dari dua pembicara hari ini. Karena dari keduanya kita akan banyak belajar tentang ilmu pengetahuan dan tentunya tentang kiat-kiat dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan nanti di dunia kerja.” ujarnya
Ia menjelaskan, kepemimpinan bukan hanya tentang menjadi pemimpin, dan kolaborasi mengajarkan bahwa tantangan besar tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. “Leadership bukan hanya tentang menjadi pemimpin, leadership adalah keberanian untuk mengambil tanggung jawab, kemampuan menentukan arah di tengah ketidakpastian serta kemauan memberikan dampak positif bagi orang lain. Sementara collaboration mengajarkan bahwa tantangan besar tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Kita perlu bekerja sama dengan banyak pihak termasuk dengan pihak universitas, dengan pihak pemerintah dan stakeholder lainnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dalam menjaga ketahanan energi diperlukan kerja sama antara SKK Migas, KKKS, pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat, dan generasi muda yang memiliki peran penting dalam membangun ekosistem energi yang kuat. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai mempersiapkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, dan bersinergi.
“Maka mulai dari sekarang persiapkan kemampuan untuk berpikir kritis, berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, dan bersinergitas. Jangan hanya menjadi penonton dari perjalanan sejarah Indonesia terutama di sektor energi. Jadilah bagian dari perubahan, jadilah bagian dari solusi. Manfaatkan kesempatan hari ini untuk bertanya, berdiskusi, bertukar gagasan dengan para narasumber kita yang sangat luar biasa,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNSRI, Dr. Inayati Mandayuni, S.T., M.Si; Kepala Kantor Humas dan Protokol UNSRI, Dr. Nurly Meilinda, S.I.Kom., M.I.Kom; Ketua BEM UNSRI, Muhammad Gebri Valensyah; Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafe'i Syafri; para koordinator SKK Migas; pimpinan KKKS Wilayah Sumsel; Dekan, Wakil Dekan, Dosen, dan Mahasiswa di lingkungan UNSRI; serta Delegasi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Provinsi Sumsel.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pembagian buku kepada seluruh peserta yang berjudul “What It Takes Southeast Asia: From Periphery to Core of Global Consciousness” karya salah satu narasumber, Gita Wirjawan.(DAL_Humas)