>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


UNSRI dan Korlantas Polri Bersinergi Wujudkan Mahasiswa sebagai Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas Polri), Polda Sumatera Selatan, dan PT Jasa Raharja menggelar kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan (KaPeKa) Berlalu Lintas yang digelar di Gedung Magister Manajemen UNSRI Kampus Palembang, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya mahasiswa sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas dalam mewujudkan Road Safety to Zero Accident.

Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo. M.Agr. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Korps Lalu Lintas Polri, Polda Sumatera Selatan, PT Jasa Raharja, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata persoalan aturan, rambu-rambu, atau penegakan hukum. Lebih dari itu, keselamatan berlalu lintas adalah persoalan budaya, karakter, kesadaran, dan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun budaya tersebut. Kampus bukan hanya tempat untuk membentuk mahasiswa menjadi insan yang unggul secara akademik, tetapi juga tempat untuk membangun karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta tanggung jawab sosial.

“Karena itu, Universitas Sriwijaya menyambut baik program Kampus Pelopor Keselamatan ini. Kami ingin mahasiswa Universitas Sriwijaya tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga menjadi pelopor dan agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat di sekitarnya untuk semakin peduli terhadap keselamatan berlalu lintas,” tuturnya.

Kepada para mahasiswa Prof Rujito berpesan, agar menjadi pelopor keselamatan, bukan sekadar pengguna jalan tetapi jadilah generasi yang tertib berlalu lintas, peduli terhadap sesama, dan berani mengingatkan ketika melihat perilaku yang membahayakan.

“Mari kita wujudkan kampus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kampus yang berbudaya keselamatan, berkarakter, dan memberikan teladan bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama bergerak menuju Road Safety to Zero Accident. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumatera Selatan yang diwakili oleh Wadir Lantas AKBP Mayestika Hidayat, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pengguna jalan.

“Atas nama Polda Sumatera Selatan, kami menyambut baik dan merasa menjadi bagian dari kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat sinergi dalam membangun budaya keselamatan lalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi contoh dalam mewujudkan budaya tertib dan keselamatan dalam setiap aktivitas. Kebiasaan melakukan pelanggaran lalu lintas tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa, karena satu pelanggaran dapat menjadi awal dari sebuah kecelakaan, dan satu kecelakaan dapat mengubah masa depan seseorang maupun keluarganya.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen untuk mendukung terwujudnya Kampus Pelopor Keselamatan. Sinergi dan kolaborasi seperti ini harus terus dikembangkan sehingga keselamatan lalu lintas tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Direktur PT Jasa Raharja dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja Kantor Pusat, Hervanka Tri Dianto, S.T., M.M. menekankan pentingnya membangun mindset keselamatan sebelum seseorang memulai perjalanan.

Ia mengajak mahasiswa membiasakan diri mengingat pesan keluarga setiap kali hendak bepergian, yakni untuk berhati-hati di jalan. Menurutnya, ketika kesadaran tersebut telah menjadi bagian dari pola pikir, seseorang akan memiliki rasa malu untuk melakukan pelanggaran lalu lintas.

Dijelaskannya bahwa Jasa Raharja memiliki kewajiban memberikan perlindungan berupa santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Namun, menurutnya, upaya yang paling penting adalah mencegah terjadinya kecelakaan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran keselamatan. “Helm itu tidak membuat menghindari kecelakaan, tapi menunda ataupun meminimalisir terjadinya fatalitas. Yang lebih penting bagaimana kita sadar bahwa kalau berkendara kita harus tertib berlalu lintas,” jelasnya.

Ia juga mengajak para mahasiswa menjadikan setiap perjalanan dari rumah menuju kampus sebagai sebuah ujian yang harus dilalui dengan baik. “Anggap setiap perjalanan dari rumah ke kampus itu sebagai ujian. Kalau mau ujian kita harus belajar sungguh-sungguh biar nilainya bagus. Kita keluar dari sekolah, keluar dari rumah, itu harus tertib biar selamat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri diwakili oleh Kombes Pol Wawan Sunarwirawan, S.I.P., M.T. menyampaikan bahwa salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas perilaku pengguna jalan adalah melalui program Kampus Pelopor Keselamatan. “Korlantas Polri melaksanakan kegiatan kampus keselamatan sebagai upaya mendorong mewujudkan budaya keselamatan, agar adik-adik mahasiswa menjadi salah satu agent of change atau agen perubahan, pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan KaPeKa di UNSRI dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan Polda Sumatera Selatan, UNSRI, dan PT Jasa Raharja Wilayah Sumatera Selatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem keselamatan berlalu lintas berbasis kemitraan.

Dalam ekosistem tersebut, Polda Sumsel berperan dalam aspek edukasi, pembinaan, dan penegakan hukum; UNSRI berperan dalam pengembangan pengetahuan, riset, inovasi, serta pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat; sedangkan Jasa Raharja berperan dalam aspek perlindungan dan pelayanan kepada korban kecelakaan serta penguatan edukasi keselamatan.

Korlantas Polri juga menyampaikan apresiasi kepada UNSRI yang telah memberikan dukungan tempat dan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan KaPeKa, serta kepada seluruh narasumber dan Ditlantas Polda Sumatera Selatan atas kerjasamanya sehingga kegiatan ini terlaksana dengan sukses.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan juga penyematan Pin Pelopor Keselamatan kepada Wakil Rektor I UNSRI serta dua orang perwakilan mahasiswa UNSRI. Agenda tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan mahasiswa sebagai bagian penting dalam gerakan keselamatan berlalu lintas.

Selanjutnya pembacaan Deklarasi Mahasiswa sebagai Pelopor Keselamatan dalam Mewujudkan Road Safety to Zero Accident yang dibacakan oleh perwakilan mahasiswa dan diikuti oleh mahasiswa lainnya.

Kegiatan KaPeKa dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang yakni, Pakar transportasi dari Universitas Indonesia, Dr. Tri Cahyono, yang membahas pembangunan budaya keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan sistem transportasi yang berkeselamatan.

Dari bidang pendidikan, Prof. Dr. Ir. Hj. Erika Buchari, M.Sc., Ph.D., Kepala Laboratorium Transportasi dan Lalu Lintas Universitas Sriwijaya, yang membahas peran kampus sebagai pusat edukasi dan inovasi dalam membangun generasi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Sementara itu, dari kepolisian disampaikan AKBP Farida Aprillah, S.H., Kasubditkamsel Ditlantas Polda Sumatera Selatan, dengan materi mengenai strategi Polda Sumsel dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas melalui edukasi, kemitraan, dan aksi nyata.

Dari unsur BUMN, Rudi Elfis, S.E., M.M., CHCM, Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Wilayah Sumatera Selatan, menyampaikan materi mengenai peran Jasa Raharja dalam mewujudkan ekosistem keselamatan lalu lintas dan perlindungan korban kecelakaan. Adapun dari pakar psikologi disampaikan oleh Karo/Kabag Psi Polda Sumatera Selatan mengenai pentingnya membangun kesadaran dan perilaku berkeselamatan pada generasi muda.

Kegiatan berlangsung interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi tanya jawab, ketika peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan seputar persoalan keselamatan berlalu lintas, perilaku pengguna jalan, hingga peran generasi muda dalam menekan risiko kecelakaan. (Ara_Humas)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
SDG 17
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
×