FKM UNSRI Gelar Kuliah Tamu Nasional, Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Penelitian dan Tugas Akhir Mahasiswa
30 Aug 2026
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM UNSRI) mendorong sivitas akademika untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam mendukung kegiatan penelitian serta penyusunan tugas akhir mahasiswa. Dorongan tersebut disampaikan dalam Kuliah Tamu Nasional bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Penelitian dan Tugas Akhir Mahasiswa” yang digelar di Ruang Doktor Pascasarjana UNSRI Kampus Palembang, Sabtu (29/8/2026).
Kuliah tamu menghadirkan Ajib Setyo Arifin, S.T., M.T., Ph.D., Associate Professor Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI). Ia memiliki latar belakang pendidikan doktoral dari Keio University, Jepang, dengan bidang keahlian dan riset meliputi artificial intelligence, komunikasi, wireless sensor networks, Internet of Things (IoT), serta pemrosesan sinyal dan citra.
Kegiatan diikuti sivitas akademika FKM UNSRI, khususnya dosen serta mahasiswa Program Sarjana, Magister, dan Doktor, baik secara luring maupun daring.
Dekan FKM UNSRI, Prof. Dr. rer. Med. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., mengatakan kuliah tamu tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan sivitas akademika dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya dalam kegiatan akademik dan penelitian.
Menurutnya, pemanfaatan AI dapat mendukung berbagai tahapan penelitian dan penyusunan tugas akhir, mulai dari eksplorasi ide, pemahaman konsep, penelusuran dan pengorganisasian informasi, pengolahan data, hingga penyusunan karya ilmiah.
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap ditempatkan sebagai alat bantu dan tidak menggantikan proses berpikir maupun tanggung jawab akademik mahasiswa.
“Yang terpenting bukan seberapa banyak kita menggunakan AI, tetapi seberapa tepat kita menggunakannya,” ujar Prof. Hamzah.
Ia menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan integritas akademik tetap menjadi fondasi utama dalam proses akademik.
Hal tersebut, lanjutnya, menjadi semakin penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena penelitian yang dilakukan berkaitan dengan manusia, masyarakat, lingkungan, serta berbagai persoalan kesehatan yang kompleks.
“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menghasilkan tulisan dengan bantuan AI. Yang lebih penting adalah memahami apa yang ditulis, dari mana informasi diperoleh, apakah informasi tersebut benar, apakah data yang digunakan valid, dan apakah kesimpulan yang dihasilkan benar-benar didukung oleh hasil penelitian,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, FKM UNSRI berharap mahasiswa dan dosen dapat menggunakan AI secara lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab. Teknologi diharapkan tidak mengurangi kemandirian berpikir, tetapi justru meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian serta menghasilkan karya akademik yang lebih baik.
Kuliah tamu ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik antara FKM UNSRI dan Universitas Indonesia. Prof. Hamzah berharap interaksi yang terbangun dapat dilanjutkan melalui komunikasi, pertukaran gagasan, kerja sama akademik, hingga kolaborasi penelitian.
“Khususnya bagi rekan-rekan dosen muda serta mahasiswa S2 dan S3, saya berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, dan mengembangkan penelitian yang lebih kuat,” ungkapnya.
Selain memperkuat pemahaman mengenai pemanfaatan AI, FKM UNSRI juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi artikel ilmiah yang berkualitas dan memiliki peluang untuk dipresentasikan maupun dipublikasikan pada forum ilmiah internasional.
Dalam kesempatan tersebut, sivitas akademika FKM UNSRI juga didorong memanfaatkan momentum The 1st International Conference on Global Public Health and Digital Health (IC-GLOPHID 2026) yang mengusung tema “From Data to Action: Enhancing Health Outcomes in the Digital Era”.
Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 September–1 Oktober 2026. Paper terpilih dalam konferensi tersebut selanjutnya akan dipertimbangkan untuk dipublikasikan dalam BIO Web of Conferences yang terindeks Scopus.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa FKM UNSRI untuk membawa hasil penelitian ke tingkat yang lebih luas sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional.
Prof. Hamzah juga mengajak mahasiswa, khususnya mahasiswa S2 dan S3, untuk tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai peserta, tetapi aktif memanfaatkan forum tersebut untuk mendiskusikan persoalan penelitian dan tugas akhir yang sedang dikerjakan.
“Jangan hanya menjadi pendengar. Ikuti dengan aktif, bertanya, berdiskusi, dan kaitkan materi yang disampaikan dengan penelitian atau tugas akhir yang sedang dikerjakan,” pesannya.
Kegiatan Kuliah Tamu Nasional ini diharapkan tidak berhenti pada penambahan wawasan mengenai teknologi, tetapi menghasilkan tindak lanjut yang lebih konkret berupa penguatan penelitian, peningkatan kualitas tugas akhir, pengembangan artikel ilmiah, perluasan jejaring, serta lahirnya kolaborasi akademik baru.
Dekan FKM UNSRI menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu dihadapi dengan sikap terbuka dan adaptif, namun tetap berlandaskan etika dan integritas.
“Teknologi harus membantu kita bekerja lebih baik, berpikir lebih luas, dan menghasilkan karya yang lebih bermakna,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, FKM UNSRI terus memperkuat budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berjalan seiring dengan kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, dan tanggung jawab ilmiah. (Rilis FKM/ Ara_Humas)