>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :
logo


FH UNSRI Gelar International Summer Course 2026, Angkat Tema “Lex Mercatoria: Commercial Traditions and Informal Trade Practices in Palembang”

Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwijaya (UNSRI) resmi menyelenggarakan Opening Ceremony 1st International Summer Course 2026 di FH Tower Lantai 8, Kampus UNSRI Palembang, Senin (31/8/2026).

Mengangkat tema “Lex Mercatoria: Commercial Traditions and Informal Trade Practices in Palembang” program ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa, dosen, akademisi, serta peserta dari berbagai negara untuk memperluas wawasan hukum sekaligus membangun jejaring dan kolaborasi internasional.

Program Summer Course berlangsung selama lima hari, mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan pembelajaran dan pengalaman akademik yang mengintegrasikan perspektif hukum, sejarah, budaya, serta praktik perdagangan di Palembang.

Opening Ceremony dibuka oleh Rektor Universitas Sriwijaya yang diwakili Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Alfitri, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Alfitri menyampaikan bahwa penyelenggaraan 1st International Summer Course Fakultas Hukum UNSRI merupakan sebuah momentum penting dalam memperkuat komitmen UNSRI terhadap internasionalisasi pendidikan.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya, atas nama Rektor Universitas Sriwijaya, untuk menyambut Bapak, Ibu, dan seluruh peserta dalam kegiatan akademik yang penting ini, yaitu 1st International Summer Course yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta internasional yang telah datang dari berbagai negara dengan latar belakang akademik yang beragam.

“Selamat datang di Universitas Sriwijaya, selamat datang di Palembang, dan selamat datang di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, International Summer Course pertama FH UNSRI tidak sekadar menjadi peluncuran program akademik baru, tetapi merupakan wujud nyata komitmen UNSRI dalam menempatkan pendidikan hukum dalam dialog dengan dunia internasional.

Prof. Alfitri menilai tema yang diangkat dalam Summer Course kali ini memiliki relevansi yang kuat dengan sejarah Palembang sebagai salah satu pusat perdagangan dan pertukaran budaya.

Lex Mercatoria mengingatkan bahwa perkembangan hukum perdagangan tidak hanya dibentuk oleh aturan formal yang ditetapkan negara, tetapi juga dipengaruhi adat dan kebiasaan, praktik perdagangan, kesepahaman bersama, serta kepercayaan yang tumbuh dalam komunitas perdagangan.

“Dengan mengkaji tradisi perdagangan dan praktik perdagangan informal di Palembang melalui perspektif Lex Mercatoria, summer course ini mengajak kita untuk merefleksikan sebuah pertanyaan penting: bagaimana norma-norma lahir, memperoleh legitimasi, dan kemudian berfungsi dalam komunitas perdagangan?” jelasnya.

Menurutnya, pertanyaan tersebut tidak hanya penting untuk memahami sejarah perdagangan, tetapi juga relevan dalam konteks perekonomian global yang semakin terhubung dan saling bergantung.

Lebih lanjut, Prof. Alfitri mengatakan bahwa international summer course bukan hanya mempertemukan peserta dari berbagai negara, tetapi juga mempertemukan berbagai cara berpikir, tradisi hukum, serta pemahaman mengenai keadilan.

“Ketika berbagai sistem hukum bertemu, kita tidak hanya membandingkan aturan. Kita juga membandingkan gagasan, nilai-nilai, serta realitas sosial yang memberikan makna terhadap aturan-aturan tersebut,” tuturnya.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui diskusi, pertukaran pengalaman, serta keterbukaan terhadap perspektif yang berbeda.

Prof. Alfitri juga berharap International Summer Course pertama FH UNSRI dapat menjadi awal dari kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan, baik melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, mobilitas mahasiswa dan dosen, konferensi internasional, maupun berbagai bentuk kolaborasi lainnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UNSRI, Prof. Dr. Joni Emirzon, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa pemilihan tema Lex Mercatoria sangat berkaitan erat dengan sejarah dan karakter Kota Palembang sebagai kota perdagangan.

“Palembang dikenal sebagai kota perdagangan dan merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, dengan sejarah sekitar 1.334 tahun. Kota ini memiliki kekayaan kuliner, pasar-pasar tradisional, serta tradisi perdagangan yang sangat beragam,” ujarnya.

Menurutnya, Palembang bukanlah pilihan yang kebetulan untuk pelaksanaan program tersebut. Selama lebih dari seribu tahun, kawasan ini merupakan bagian penting dari kejayaan maritim Sriwijaya dan menjadi ruang pertemuan para pedagang, bahasa, budaya, serta berbagai kebiasaan hukum di sepanjang Sungai Musi dan jalur perdagangan Asia Tenggara.

“Jauh sebelum hadirnya undang-undang modern, kegiatan perdagangan di wilayah ini telah diatur oleh kepercayaan, kebiasaan para pedagang, serta praktik kehidupan nyata di pasar. Inilah esensi dari lex mercatoria, yaitu hukum yang lahir dan berkembang dari praktik perdagangan yang dijalankan oleh para pedagang itu sendiri,” jelasnya.

Prof. Joni berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dengan memahami lingkungan dan ruang-ruang perdagangan yang menjadi bagian dari sejarah Palembang.

“Saya berharap Anda tidak hanya meninggalkan tempat ini dengan pengetahuan, tetapi juga dengan cara pandang baru mengenai bagaimana hukum benar-benar hidup di tengah masyarakat, dalam kebiasaan, dan dalam aktivitas perdagangan,” katanya.

Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai bangsa dan tradisi serta memperkuat pertukaran gagasan akademik.

Dalam Opening Ceremony tersebut, peserta juga menyaksikan video Summer Course yang memberikan gambaran mengenai program serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama lima hari.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Participant ID Card sebagai tanda keikutsertaan peserta dalam program International Summer Course 2026. Selain itu, dilakukan pula identifikasi peserta melalui penyerahan dokumen peserta.

Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan simbolis kurikulum Summer Course sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program pembelajaran. Tim pengajar juga diperkenalkan kepada seluruh peserta sebagai bagian dari orientasi akademik.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Direktur Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI Prof. Ir. Filli Pratama, M.Sc. (Hons), Kepala BPSDMD Provinsi Sumsel Prof. Dr. H.M. Edward Juliartha, S.Sos., M.M., Wakil Dekan I Dr. Muhammad Syaifuddin, S.H., M.Hum.; Wakil Dekan II Prof. Dr. Iza Rumika Sari, S.H., M.Hum.; Wakil Dekan III Dr. Meria Utama, S.H., LL.M.; para anggota tim pengajar, mitra akademik, serta mahasiswa dan peserta yang berasal dari Indonesia maupun berbagai negara. (Ara_Humas)


SDGs:

SDG 4
Pendidikan Berkualitas
×