Fakultas Ilmu Komputer UNSRI dan Leiden University Medical Centre Jalin Kolaborasi Strategis dalam Riset Skrining Pra Kanker Serviks
03 Sep 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) menyelenggarakan pertemuan virtual dengan Leiden University Medical Centre (LUMC) guna membahas potensi kolaborasi dalam penelitian kanker serviks. Dialog yang mengusung tema “Connecting and Building Trust with Leiden University Medical Centre and FK/Fasilkom UNSRI: Cervical Cancer Research Team” ini berhasil mempertemukan para pakar klinis, teknologi, dan akademisi. Pertemuan virtual ini berlangsung pada Senin, (31/8/2026).
Sesi ini dipandu oleh Najmah, S.K.M., M.P.H., Ph.D. selaku Kepala Subdirektorat Internasionalisasi UNSRI sekaligus Research Fellow di Universitas Leiden, yang memaparkan tujuan utama diskusi untuk memperkenalkan masing-masing tim peneliti, bertukar gagasan inovatif, serta mengidentifikasi area potensial untuk kolaborasi nyata.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan peneliti terkemuka, termasuk Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR, M.Kes, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Sistem Informasi UNSRI, yang memberikan sambutan pembuka dan menekankan pentingnya kemitraan internasional dalam mengakselerasi riset.
Turut hadir Prof. Ir. Siti Nurmaini, M.T.Ph.D., Direktur Inovasi dan Hilirisasi UNSRI dan Ketua Pusat Unggulan Artificial Intelligence-Medical Center of Excellence (AIMed CoE) sekaligus pengembang produk inovasi TeleOTIVA, bersama tim peneliti multidisiplin dari Fakultas Ilmu Komputer UNSRI. Mewakili pihak LUMC, hadir Dr. Jogchum Beltman selaku Ahli Onkologi Ginekologi dan Suze Kruisheer, MA selaku Lead LUMC Global, yang turut membagikan perspektif klinis dan kesehatan global mereka.
Salah satu sorotan utama dalam sesi ini adalah pemaparan dari Prof. Siti Nurmaini beserta tim Muhammad Naufal Rachmatullah, M.T., Dr. Annisa Darmawahyuni, M.Kom, yang mempresentasikan produk inovasi TeleOTIVA dan memberikan gambaran tentang bagaimana inovasi teknologi dapat mendukung deteksi dini kanker serviks. Hal ini membuka ruang diskusi dinamis di mana kedua tim merumuskan beberapa area kolaborasi yang konkret. Mereka menjajaki kemungkinan untuk mengevaluasi serta meningkatkan spesifisitas dan sensitivitas produk inovasi TeleOTIVA di lingkungan klinis LUMC.
Untuk mendukung langkah ini, kedua belah pihak menyoroti pentingnya validasi lanjutan terhadap hasil keluaran TeleOTIVA oleh para ahli, khususnya penilaian klinis dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) serta pakar lainnya. Selain itu, dialog ini juga membuka peluang pelaksanaan riset bersama yang berkelanjutan terkait implementasi skrining kanker serviks di Indonesia. Guna memastikan inisiatif teknis dan klinis tersebut terealisasi, kedua institusi sepakat untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan yang lebih terperinci dengan melibatkan seluruh anggota tim peneliti dari LUMC maupun UNSRI.
Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya UNSRI untuk menyelaraskan prioritas riset lokal dengan keahlian global, serta meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi kolaborasi akademik antara Indonesia dan Belanda di masa mendatang. (Rilis Fasilkom)