FK UNSRI dan Amsterdam UMC Jajaki Kolaborasi Riset Tropical Infectious Diseases
24 Sep 2026
Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Amsterdam University Medical Centers (Amsterdam UMC) kembali melakukan penjajakan kerja sama akademik dan penelitian dengan topik Tropical Infectious Diseases. Pertemuan daring kedua ini mempertemukan pimpinan UNSRI, Fakultas Kedokteran (FK) UNSRI, Amsterdam UMC, Dinas Kesehatan Kota Palembang, serta tim peneliti penyakit tropik FK UNSRI.
Dari UNSRI hadir Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD. K.Rheu. K-R, M.Kes, FINASIM, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK UNSRI, Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, Sp.M(K). Sementara dari Amsterdam UMC hadir Prof. Martin Peter Grobusch (Full Professor (Chair), Dr. med. (M.D.), PhD, M.Sc. (Lond), DTM&H (Lond), FRCP (Lond), FESCMID, IHFASTMH) dan Ika Septihandayani, S.IP, M.Sc. Pertemuan juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr. Fenty Aprina, Sp.KKLP. serta tim peneliti penyakit tropik infeksi FK UNSRI.
Agenda pertemuan mencakup paparan profil riset mitra Amsterdam UMC, bridging statement dari pimpinan UNSRI, situasi kesehatan Kota Palembang, serta enam proposal penelitian dari dosen FK UNSRI. UNSRI menyampaikan menginisiasi dan menawarkan pilihan kerjasama penelitian dengan memanfaatkan beberapa program hibah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr. Fenty Aprina menyampaikan bahwa setiap tantangan membawa peluang kolaborasi dengan menggabungkan teknologi digital, memberdayakan kader kesehatan di lingkungan, serta membangun kemitraan yang kuat dengan pemerintah dan masyarakat yang dapat memberikan dampak besar.
Hal tersebut mendapat respons positif dari Prof. Martin Peter Grobusch. Ia menekankan bahwa kolaborasi penelitian tidak selalu harus dimulai dengan dukungan pendanaan yang besar.
“Saya pikir banyak hal dapat dilakukan tanpa membutuhkan pendanaan khusus yang besar. Sering kali yang lebih penting adalah menyatukan keterampilan, menyatukan ide, serta memanfaatkan data yang sudah tersedia. Dengan demikian, banyak program dapat dimulai tanpa harus memiliki dana besar sejak awal.” ujar Prof. Grobusch.
Ia juga menegaskan perannya sebagai penghubung UNSRI dengan pakar di jejaring internasional. Adapun beberapa topik penelitian yang dibahas meliputi prediktor mortalitas pada HIV stadium lanjut, model risiko lingkungan penularan TB, imunosenesens pada lansia, keamanan terapi dapson pada kusta, hingga studi genetik IFN-γ dan lineage TB. Prof. Grobusch memberikan tanggapan konstruktif, menawarkan dukungan metodologi, serta membuka akses jejaring laboratorium rujukan Eropa.
Dalam pertemuan tersebut, kesepakatan operasional yang dicapai antara lain: memilih dua hingga tiga proyek rintisan (low-hanging fruit), mengirimkan seluruh materi paparan kepada mitra Amsterdam UMC, serta menyelenggarakan pertemuan lanjutan dalam dua hingga tiga minggu kedepan.
Selain itu, kunjungan Prof. Grobusch ke Palembang direncanakan paling cepat pada awal tahun 2027. Kunjungan tersebut berpeluang diisi dengan kegiatan akademik, termasuk kuliah tamu mengenai zoonosis dan new emerging infectious diseases.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua institusi untuk memperkuat kerja sama riset tropik, pengembangan kapasitas laboratorium, serta publikasi bersama. Pendanaan diharapkan dapat diperoleh melalui program nasional seperti Program LPDP, Equity dan skema internasional UNSRI lainnya. (Rilis FK/ Ara_Humas)