>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :


Dosen UNSRI, Prof Siti Nurmaini Masuk 10 Besar Kandidat DPD RI Awards 2026

Salah satu sivitas akademika Universitas Sriwijaya (UNSRI) Prof. Siti Nurmaini, Dosen Fakultas Ilmu Komputer terpilih sebagai salah satu dari 10 besar kandidat penerima DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan dengan produk TeleOTIVA. 

Penetapan tersebut merupakan hasil seleksi dari 50 besar kandidat yang sebelumnya telah ditetapkan dalam rangkaian DPD RI Awards 2026. Dari 1.112 pendaftar untuk seluruh indonesia, panitia menetapkan 10 kandidat terbaik pada masing-masing dari empat kategori penghargaan.

Keempat kategori tersebut meliputi Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan, serta Pelestari Budaya Daerah.

Pada kategori Inovator Teknologi Kesehatan, Prof. Siti Nurmaini menjadi salah satu dari 10 kandidat yang berhasil lolos ke tahap berikutnya. Kandidat yang masuk 10 besar berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam inovasi dan kontribusi di bidangnya masing-masing.

Selanjutnya, 10 besar kandidat pada setiap kategori akan dibahas dalam rapat Dewan Pakar DPD RI Awards 2026. Dewan Pakar akan melakukan pembahasan dalam dua tahap sebelum menentukan penerima penghargaan pada masing-masing kategori.

DPD RI Awards merupakan ajang penghargaan yang ditujukan untuk menjaring dan memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh dari berbagai daerah yang dinilai memiliki kontribusi, dedikasi, serta inovasi dalam pembangunan dan kemajuan daerah.

Penerima penghargaan DPD RI Awards 2026 selanjutnya akan diundang untuk menghadiri acara penganugerahan setelah melalui seluruh tahapan penilaian Dewan Pakar.

Prof. Siti Nurmaini menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terpilihnya dirinya sebagai salah satu dari 10 besar kandidat DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan melalui DPD RI Awards 2026. Bagi saya, masuk dalam 10 besar bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi di bidang teknologi kesehatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Siti Nurmaini.

Ia menambahkan, berbagai inovasi yang dikembangkan di lingkungan akademik diharapkan tidak berhenti pada penelitian, tetapi dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Semoga inovasi yang kami kembangkan bersama tim dapat terus memberikan dampak nyata, khususnya dalam mendukung transformasi teknologi kesehatan di Indonesia. Apa pun hasil pada tahapan berikutnya, proses ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berkarya dan berkontribusi,” tambahnya. (Ara_Humas)


SDGs:

SDG 3
Kehidupan Sehat dan Sejahtera
×