>
Selamat Datang di Universitas Sriwijaya
Bahasa :


Dies Natalis ke-63, FP UNSRI Dorong Inovasi dan Biosekuriti untuk Pertanian Tangguh

Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (FP UNSRI) gelar Dies Natalis ke-63 mengusung tema “Inovasi dan Biosekuriti sebagai Pilar Pertanian Tangguh untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Kegiatan diselenggarakan di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD., M.Kes; Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Alfitri, M.Si; Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNSRI, Dr. Inayati Mandayuni, S.T., M.Si; Dekan FP UNSRI, Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr; serta seluruh civitas akademika FP UNSRI.

Turut hadir Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si; Tenaga Ahli Utama Badan Karantina Indonesia, Moksa Hutasoit, S.IP; Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel, drh. Sri Endah Ekandari, M.Si; Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si; serta Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir, Dicky Syailendra, S.Sos.

Dekan FP UNSRI, Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr., dalam opening speechnya mengatakan bahwa usia 63 tahun merupakan perjalanan yang matang dan sarat pengalaman bagi FP UNSRI dalam memberikan karya dan kontribusi terbaik bagi Indonesia, khususnya dalam pengembangan ilmu pertanian di Sumatera Selatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Karantina Indonesia yang hadir di tengah kesibukannya, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras membangun kebersamaan sebagai keluarga besar FP UNSRI.

Menurutnya, tema Dies Natalis ke-63 “Inovasi dan Biosekuriti sebagai Pilar Pertanian Tangguh untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan” sejalan dengan tantangan global, terutama ancaman masuknya hama dan penyakit eksotik A1 ke Indonesia yang berpotensi mengancam sektor pertanian dan perekonomian nasional. Terlebih, sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian dan menjadi salah satu penopang devisa Indonesia.

“Pada Dies Natalis FP UNSRI ke-63 ini, kami mengangkat tema Inovasi dan Biosekuriti sebagai Pilar Pertanian Tangguh untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Tema ini sejalan dengan isu global, khususnya ancaman masuknya hama dan penyakit eksotik A1 yang berpotensi mengancam pertanian dan perekonomian kita. Karena itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Karantina Indonesia sebagai garda terdepan dalam mengawal dan mencegah masuknya ancaman tersebut. Bagi kami, Badan Karantina Indonesia juga merupakan mitra yang telah banyak mendukung kegiatan pembelajaran, menjadi tempat mahasiswa magang, serta mendukung kegiatan riset,” ujarnya.

Prof. Muslim berharap Dies Natalis ke-63 ini menjadi momentum untuk menghadirkan semangat dan energi baru bagi seluruh sivitas akademika FP UNSRI untuk terus berkarya bersama serta menciptakan inovasi-inovasi kreatif dalam membangun pertanian yang tangguh dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

“Kami berharap melalui dies natalis ke-63 ini akan memberikan semangat dan energi baru serta menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika FP UNSRI untuk berkarya bersama menciptakan inovasi-inovasi kreatif membangun pertanian tangguh,” pungkasnya.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar FP UNSRI yang selama 63 tahun telah menjaga dan mengembangkan tradisi akademik serta pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut harus diikuti tanggung jawab yang semakin besar dalam menjawab tantangan pertanian, mulai dari perubahan iklim, dinamika perdagangan global, tekanan sumber daya alam, ancaman hama dan penyakit, hingga tuntutan keamanan dan keberlanjutan pangan.

“Pertanian saat ini harus dipandang sebagai sebuah sistem yang dikelola secara utuh. Karena itu, inovasi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sementara biosekuriti menjadi bagian penting dalam melindungi sumber daya pertanian dan menjaga keberlanjutan sistem pangan. Keduanya membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola yang kuat,” ungkapnya.

Prof. Radiyati menegaskan, FP UNSRI memiliki posisi strategis dalam menghasilkan riset yang berdampak, inovasi yang aplikatif, serta lulusan yang adaptif terhadap perubahan. Penguatan keunggulan lokal, khususnya potensi lahan rawa dan sumber daya pertanian Sumatera Selatan, juga dinilai menjadi modal penting untuk menghasilkan inovasi yang relevan bagi pembangunan pertanian nasional.

Kehadiran Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., turut memperkuat makna Dies Natalis ke-63. Dalam orasi ilmiahnya, Abdul Kadir mengangkat sejumlah isu strategis mengenai masa depan pertanian, mulai dari tantangan global, transformasi dari pertanian produktif menuju pertanian tangguh, hingga pentingnya inovasi dalam mengubah pengetahuan menjadi solusi. Ia juga menekankan pentingnya biosekuriti sebagai upaya pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi bencana. Deteksi dini menjadi salah satu aspek penting karena pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi dampak. Orasi tersebut juga membahas perlunya integrasi antara inovasi dan biosekuriti, peran strategis FP UNSRI, penguatan kolaborasi pentahelix, serta agenda pembangunan pertanian menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui Dies Natalis ke-63, FP UNSRI menegaskan kembali peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset dan inovasi yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional.(DAL_Humas)


×